1.000 Polisi Berjaga di Sekitar Monas

1.000 Polisi Berjaga di Sekitar Monas
Zikir akbar di Monas, Jakarta. Foto: repelita

Anies menegaskan bahwa Monas dapat digunakan untuk warga berkumpul dan berzikir.

KBA.ONE, Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyatakan ada sekitar 1.000 personel yang dikerahkan untuk mengamankan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. Acar ini dilangsungkan oleh Majelis Rasulullah di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat, 1 Desember 2017.

"Seluruhnya dari Polda Metro," kata Argo.

Ribuan jemaah Majelis Rasullah memadati lapangan Monas sejak sekitar pukul 06.00 WIB. Kendaraan yang mengangkut mereka memenuhi separuh jalan Medan Merdeka Selatan yang berada di depan Balai Kota hingga Kedutaan Besar Amerika Serikat digunakan sebagai tempat parkir motor para jamaah.

Sejumlah tokoh hadir dalam acara itu, seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin. Kegiatan itu ini berlangsung setelah dicabutnya larangan kegiatan keagamaan di Lapangan Monas oleh Anies Baswedan yang diberlakukan sejak Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama menjabat gubernur.

"Saya ingin sampaikan juga terima kasih dan apresiasi majelis-majelis seperti ini turut menjaga kedamaian, ketenangan, kenyamanan di kota Jakarta. Mereka sudah hadir bertahun-tahun dan pengajian-pengajian inilah menjadi salah satu pilar untuk membuat suasana kita menjadi suasana yang teduh," kata Anies Baswedan seusai acara.

Anies menegaskan bahwa Monas dapat digunakan untuk warga berkumpul dan berzikir. “Dulu namanya lapangan Gambir, sekarang disebut lapangan Medan merdeka dan lapangan merdeka inilah zikir bisa dilakukan. Kami bersyukur bahwa negeri ini adalah negeri Pancasila, sila pertamanya adalah Ketuhanan yang Maha Esa. Atas dasar itulah tempat ini kita berikan kesempatan untuk kegiatan, keagamaan, kebudayaan dan lain-lain," ungkap Anies.

Melalui Peraturan Gubernur Nomor 186 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 160 Tahun 2017 Tentang Pengelolaan Kawasan Monumen Nasional, akhirnya ditetapkan kembali bahwa Monas bisa digunakan untuk kegiatan pendidikan, sosial, budaya, dan keagamaan.

Komentar

Loading...