1,5 Juta Lebih Kertas Suara Mulai Dilipat di Pidie, Harganya Rp100 Perlembar

Oleh ,
1,5 Juta Lebih Kertas Suara Mulai Dilipat di Pidie, Harganya Rp100 Perlembar
Ratusan warga Pidie sedang melipat surat suara pemilu. | KBA.ONE: Marzuki.

Upah pelipatan kertas suara sebesar Rp100 perlembar itu dirasakan tidak memadai. | Fuadi Yusuf, Komisioner KIP Pidie.

KBA.ONE, Pidie- Di bawah pengawalan ketat pihak kepolisian, 282 warga Pidie dilibatkan untuk menyortir dan melipat sebanyak 1.533.047 lembar surat suara dengan harga Rp100 perlembar, di Gedung Meuasapat Ureueng, Pidie, Senin 11 Maret 2019.

Menurut data yang diperoleh KBA.ONE dari Komisi Independen Pimilihan (KIP) Pidie, rincian surat suara itu terdiri dari 313.000 lembar untuk Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), 306.609 lembar untuk Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), 306.609 lembar untuk Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indomesia (DPR-RI), 306.609 lembar untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan 308.000 lebar untuk Pemilihan Presiden (Pilpres).

Komisioner KIP Pidie, Fuadi Yusuf, kepada KBA.ONE, Senin 11 Maret 2019, menargetkan pelipatan kertas suara pemilu itu selesai dalam sepekan mendatang.

“Total kertas suara yang dilipat yaitu 1.533.047 lembar dan dijadwalkan selesai sepekan mendatang,” ujar Fuadi.

Dia menilai upah pelipatan kertas suara sebesar Rp100 perlembar itu tidak memadai. Makanya pihak KIP Pidie mengusulkan melalui KIP Aceh ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat untuk menambah biaya pelipatan kertas suara menjadi Rp200.

Tapi, sejauh ini harga pelipatan kertas masih Rp100 dan belum ditambah. "Belum ada respon dari KPU. Minimal Rp150 lah perlembarnya, jika tidak Rp200,” ujar Fuadi..

Hingga kini 282 warga Pidie masih sibuk melipat kertas suara hingga sepekan mendatang. Tapi, kata Fuadi, ada beberapa lembar kertas suara yang rusak, seperti tersobek dan terkena noda tinta. "Nanti akan kita serahkan ke KIP Aceh untuk diganti,” jelas Fuadi. ***                         .   

Komentar

Loading...