Aceh Tak Masuk Kawasan Prioritas Pembangunan Pariwisata

Oleh ,
Aceh Tak Masuk Kawasan Prioritas Pembangunan Pariwisata
Seminar pada Hari Pers Nasional di Padang, Sumatera Barat. Foto: KBA/Azhari Bahrul.

KBA.ONE, Padang - Provinsi Aceh tak masuk dalam daftar 10 kawasan prioritas pengembangan destinasi wisata di Indonesia. Aceh kalah dari Tanjung Kelawang di Bangka Belitung, Candi Brobudur (Jawa Tengah), Morotai (Maluku Utara), Pulau Komodo (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tengah), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Danau Toba (Sumatera Utara), Bromo (Jawa Timur), Mandalika (NTB), Tanjung Lesung (Banten).

Hal itu terungkap dalam Seminar Nasional bertajuk "Menata Potensi Wisata dan Dukungan Infrastruktur Menuju Industri Pariwisata yang Modern" yang merupakan rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional 2018 di Grand Inna Hotel, Padang, Sumatera Barat, Rabu, 7 Februari 2018. Komitmen pemerintah dan legislatief di masing masing provinsi dinilai menjadi syarat mutlak dalam pengembangan suatu kawasan menjadi destinasi wisata.

"Pengembangan suatu kawasan agar menjadi prioritas destinasi wisata akan berjalan baik dan lancar tentunya dengan komitmen pemerintah setempat termasuk Legislatifnya. Bukan karena pemerintah pusat saja," kata Menteri Koordinaator Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Panjaitan.

Menurut Binsar selain 10 kawasan tersebut, kedepan pemerintah pusat juga akan memasukkan Mentawai dan Mandeh Sumbar sebagai kawasan destinasi wisata menjadi kawasan ekonomi khusus di Indonesia, sesuai keputusan presiden nomor 3 tahun 2016. Dalam seminar juga terungkap Aceh bukan saja tak masuk dalam prioritas pengembangan destinasi wisata di Indonesia tapi juga belum ditetapkan dalam pengembangan kawasan ekonomi terpadu.

"Pemerintah yang merakyat bisa tidur di hotel melati tidak mesti harus dilayani terus, jadi gak sampai programnya jadi kapan bisa maju," kata Luhut menambahkan.

Sementara itu Ketua DPRD Sumatera Barat, Hendra Irwan Rahim, mengatakan sektor pariwisata menjadi penyumbang pendapatan paling tinggi bagi daerahnya. Pada 2017, kata Hendra, sektor wisata menyumbang 60 persen ke kas daerah, sisanya disumbang dari sektor industri dan kuliner.

"Kemajuan sektor wisata ini tidak lepas dari dukungan para jurnalis dalam memberitakan pariwisata di Sumatera Barat hingga dikenal dunia internasional,” kata Hendra. “Ketenaran Padang secara mendunia tentunya dengan sajian khas Padang, seperti rendang, yang selalu diselipkan wartawan dalam pemberitaan."

Selain Luhut Binsar Panjaitan, seminar dihadir Menteri Pariwisata Arif Yahya, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abiet, jajaran Pemerintah Sumatra Barat dan sejumlah jurnalis dari seluruh Indonesia.

Dalam sesi terakhir seminar nasional, Menteri Arif mengakui tentang kesiapan kawasan Kepulauan Mandeh, untuk ditetapkan sebagai kawasan khusus destinasi wisata di Indonesia.

Komentar

Loading...