Aceh Tenggara Tanggap Darurat Bencana, Begini Akumulasi Kerusakannya

Aceh Tenggara Tanggap Darurat Bencana, Begini Akumulasi Kerusakannya
Sepeda motor yang hanyut belum diambil pemiliknya di Lawe Rikit | KBA.ONE/Mursal Gayo

KBA.ONE, Aceh Tenggara - Hujan sepekan terakhir mengakibatkan empat desa secara bergiliran mengalami banjir bandang. Selain merusak belasan rumah penduduk, banjir merendam seratusan hektare lahan pertanian dan mengakibatkan petani gagal panen. Namun tidak ada korban jiwa.

Bah mulai menerjang pada Sabtu pekan lalu, 24 November 2018. Korban pertama Desa Lawe Hijo di Kecamatan Lawe Sumur. Banjir menyebabkan tanggul penahan sungai jebol sepanjang 25 meter. Akibatnya, ratusan hektare lahan pertanian dan 13 rumah warga terendam. Banjir sempat menggenangi 50 meter jalan negara di Desa Kuning, Kecamatan Bambel.

Sehari kemudian, Ahad, 25 November 2018, giliran Desa Bun Bun Indah di Kecamatan Leuser dilanda banjir. Akibatnya, 58 warga terpaksa mengungsi, 15 rumah rusak ringan, dan merusak satu jembatan dan satu sekolah.

Selanjutnya pada Senin, 26 November 2018, banjir bandang kembali terjadi di Desa Natam Baru, Kecamatan Badar dan Desa Kayu Mentangur, Kecamatan Ketambe.

Bongkahan kayu hutan yang hanyut bersama banjir di Lawe Rikit, Desa Natam Baru | KBA.ONE/Mursal Gayo

Di Natam Baru atau disebut juga Lawe Benderung, banjir mengakibatkan 82 warga atau 21 keluarga mengungsi, dua rumah rusak berat, enam rumah rusak sedang, 13 rumah terendam, dan sebuah jembatan rusak.

Sedangkan di Kayu Mentangur, 76 warga atau 26 keluarga juga terpaksa mengungsi, tiga rumah rusak berat, dua rusak sedang dan 21 rumah terendam banjir. Sebuah jembatan ikut rusak dan mengakibatkan transportasi dari Aceh Tenggara ke Gayo Lues sempat terputus beberapa jam.

Sehari setelah itu, Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim memberikan bantuan darurat bencana kepada korban banjir berupa sandang dan pangan seperti beras, indomie, minyak goreng, dan pakaian. Raidin kemudian menatapkan status tanggap darurat banjir bandang dan tanah longsor.

Rumah rusak berat setelah disapu banjir | KBA.ONE/Mursal Gayo

Pantauan KBA di lapangan, BPBD Aceh Tenggara menurunkan sejumlah alat berat dan melakukan pelurusan sungai. Kini, kondisinya mulai normal meskipun sampah kayu masih terlihat banyak.

Sekda Aceh Tenggara M Ridwan saat berada di Kayu Mentangur, Rabu, 28 November 2018, mengimbau warga terus waspada. Pemerintah kabupaten, kata Ridwan, tetap berkonsentrasi menangani bencana secara menyeluruh. "Sebab akibat banjir bukan hanya menimbulkan kerusakan lahan pertanian tapi juga perumahan penduduk, jalan, jembatan, dan fasilitas pendidikan." | Kontributor Aceh Tenggara, Mursal Gayo

Komentar

Loading...