Aceh Termiskin di Sumatera, Rizal Ramli Kecewa

Aceh Termiskin di Sumatera, Rizal Ramli Kecewa
Rizal Ramli pada kuliah umum Refleksi 10 Tahun Dana Otsus di kampus Unmuha Banda Aceh. | Foto: Fatma.

KBA.ONE, Banda Aceh - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, DR Rizal Ramli mengaku kecewa dengan pertumbuhan ekonomi di Aceh pada tahun 2017 yang hanya mencapai  4,2 persen, padahal Aceh memiliki sumber daya dan mendapat dana Otsus (otonomi khusus).

“Saya sebetulnya kaget dan sedih karena Aceh ini sebenarnya kaya sekali. Rakyatnya berani melakukan inovasi, cerdas, berani ambil resiko, dan juga dibantu dana Otsus yang lumayan besar. Tapi, kok, gak jadi apa-apa?,” kata mantan Menko Ekonomi di masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid ini pada kuliah umum Refleksi 10 Tahun Dana Otsus di kampus Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Banda Aceh, Senin 16 April 2018.

Kata Rizal, tahun lalu ekonomi Aceh hanya tumbuh 4,2 persen di bawah rata-rata nasional 5 persen. “Artinya ini ada yang harus kita intropeksi dan kita pecahkan,” kata pakar ekonomi ini.

Hanya sekitar 20 dari total 352 kabupaten/kota  di Indonesia, dimana perbandingan anggarannya adalah 70 persen untuk rakyat, dan 30 persen untuk birokrasi dan DPRD (70:30). Sementara mayoritas kabupaten/kota lainnya, mengalokasikan anggaran sebaliknya, yakni 30 persen untuk rakyat dan 70 persen untuk birokrasi dan DPRD (70:30).

“Rakyat akan lebih senang dan makmur bila skema anggarannya 70:30. Bupati tersebut terpilih lagi tanpa sebar uang. Tapi mayoritas di seluruh Indonesia rasionya itu buat rakyat hanya 30 persen,” lanjut Rizal.

Mantan aktivis mahasiswa ini berharap masyarakat di Aceh meminta kepada pemerintah agar dana Otsus diumumkan melalui media massa. Tujuannya agar yang mengawasi tidak hanya anggota DPRD, karena anggota legislatif sering ‘pat-gulipat’. “Mari kita mulai transparan mengelola dana pemerintah. Saya percaya Aceh akan tumbuh lebih pesat nantinya,” ujar Rizal Ramli.

Menurut Rizal Ramli, dana Otsus itu penting tapi sayang prosesnya tidak transparan dan penggunaannya tidak tepat sasaran. “Itu terjadi tidak hanya di Aceh saja, di provinsi lain di Indonesia,  dana APBN dan APBD,  di luar untuk gaji dan tunjangan pegawai negeri, yang sampai ke rakyat hanya 30 persen, 70 persen dipakai untuk elit, yaitu pemerintah dan legislative,” ujarnya.

“Yang miskin di Sumatera itu Aceh. Yang paling tinggi pengangguran dan paling miskin nomor  5 di Indonesia  juga Aceh. Ini tidak benar,  duitnya ada, hanya cara pengelolaan dan pengawasannya perlu diperbaiki . Umumkan di lima media massa dana Otsus itu untuk apa saja, agar penggunaannya lebih bermanfaat bagi rakyat Aceh,” kata Rizal Ramli.

"Saya nyaris tidak percaya, masak di seluruh Indonesia,  Aceh nomor 5 paling miskin. Tidak bisa terima saya,  karena ini daerah subur sekali. Jadi ekonomi bukan hanya hal hitung menghitung. Kenapa media tidak pernah mengangkat tentang persoalan ini,” tanya Rizal Ramli. 

Komentar

Loading...