Aceh Utara Tetapkan Status Darurat Banjir

Aceh Utara Tetapkan Status Darurat Banjir
Banjir akibat luapan Krueng Pase. Foto: KBA/Try Vanny.

Cek Mad menilai banjir kali tergolong parah. Sebanyak 19 kecamatan di Aceh Utara, terendam.

KBA.ONE, Lhoksukon - Banjir beberapa hari terakhir melumpuhkan sebagian aktivitas warga di Lhoksukon, Aceh Utara. Hingga kemarin, ketinggian banjir mencapai semeter lebih, Senin, 4 Desember 2017.

Banjir akibat tingginya curah hujan dan luapan sungai Lhoksukon, menyebabkan permukiman penduduk, pertokoan, perkantoran dan fasilitas publik lainnya terendam. Terutama di wilayah Lhoksukon, ibu kota Aceh Utara.

Mengantisipasi hal tersebut, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib menetapkan status darurat banjir. "Kita berharap masyarakat bersabar dan terus saling membantu. Ini bencana, ujian yang mana tidak ada seorang manusia pun berharap hal seperti ini terjadi," ujar Cek Mad, sapaan akrab Muhammad Thaib.

Cek Mad menilai banjir kali tergolong parah. Sebanyak 19 kecamatan di Aceh Utara, terendam. Dari data dan informasi terakhir yang ia peroleh, ada beberapa desa terisolir dan hanya bisa diakses dengan sampan atau speedboat. "Ada 19 kecamatan yang terendam air dengan ketinggian rata-rata mencapai 1,5 meter," ujarnya.

Saiful, warga Gampong Mesjid, Lhoksukon, mengatakan sejak Senin dinihari, ketinggian air semeter lebih. "Kondisi ini menyebabkan seluruh kota Lhoksukon terendam air," ujar Saiful, Senin.

Beberapa titik terparah yang diketahui Saiful seperti di Gampong Jok, Gampong Blang, Gampong Cibrek, Gampong Mesjid, serta desa menuju Kecamatan Cot Girek. "Hingga saat ini air belum berangsur surut, malah di beberapa titik tertentu air mencapai hingga 1,5 meter," ujar Saiful.

Sementara itu, Muhammad Razali, warga Kampung Baru, Lhoksukon menyebutkan, banjir juga merendam ruas jalan nasional, Mapolsek Lhosukon, sekolah-sekolah, pasar, mesjid agung dan sejumlah instansi lainnya. "Banjir kali ini sangat parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pusat kota sudah dikepung oleh banjir secara keseluruhan."

Kontributor Lhokseumawe, Ryzhal Bayezid

Komentar

Loading...