ACT – MRI Aceh  Kirim Relawan ke Palu – Donggala

ACT – MRI Aceh  Kirim Relawan ke Palu – Donggala
Tim ACT dan MRI saat akan barangkat ke Sulawesi Tengah. | Foto: ACT Aceh

KBA.ONE, Banda Aceh – Merespon apa yang terjadi di Palu – Donggala, Sulawesi Tengah, Aksi Cepat Tanggap (ACT) dengan Masyarakat Relawan Indonesia mengirimkan lima orang relawan. Tim relawan yang dikirim terdiri dari dr. Teuku Muhammad Iqbal sebagai tenaga medis,  Zulfikar dan Mursalin sebagai tim assesment dan distribusi serta Ibnu Khaldun dan Rozi sebagai tim rescue.

Ke lima relawan ini berangkat pada Minggu 7 Oktober 2018 sore via Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang dan transit di Bandara Soekarno Hatta Tangerang. Tim relawan baru melanjutkan penerbangan ke Makassar Senin 8 Oktober 2018 dan tiba di sana sekitar pukul 07.00 WITA.

Husaini Ismail, kepala Aksi Cepat Tanggap Aceh, mengatakan pengiriman lima orang relawan ke sana dalam rangka membersamai Palu – Donggala karena memang Palu – Donggala masih butuh banyak sekali bantuan.

“Relawan ACT-MRI terus saja dikirim dari berbagai daerah di Indonesia. Baik itu tim rescue, medis, assessment dan lainnya. Alhamdulillah Senin 8 Oktober 2018 ACT juga baru saja mengirimkan 1.000 ton bantuan kemanusiaan terdiri dari beras, sembako, air mineral, obat-obatan, selimut, tenda dan lainnya melalui Surabaya. Insya Allah ACT Aceh selalu siap menampung segala bantuan untuk kita salurkan ke Sulawesi Tengah. Semua bergerak, saling bahu membahu meringankan duka saudara-saudara terdampak bencana,” ungkap kepala ACT Aceh.

Begitu tiba di Makassar, tim relawan dari Aceh langsung bergabung dengan 18 relawan ACT yang sudah tiba terlebih dahulu. Delapan belas relawan ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Begitu tiba di Makassar, kami langsung berkumpul di Lapangan Udara TNI AU, untuk melanjutkan penerbangan menggunakan Hercules menuju Palu,” Ujar Zulfikar, tim relawan assessment.

Zulfikar menambahkan sebelum memutuskan berangkat ke Palu sebagai tim relawan dari Aceh, ia sudah mempersiapkan segala hal jauh-jauh hari, terutama menyangkut mental. “Mental menjadi modal utama kita turun ke lokasi bencana, berhubung yang kita hadapi ini bukanlah situasi normal,” kata pemuda yang juga pernah terlibat sebagai relawan gempa Pidie Jaya ini.

Seluruh relawan ini nantinya akan ditugaskan bersama tim masing-masing sesuai kemampuan yang dimiliki. Pengarahan dan lokasi penempatan akan langsung dibagi begitu mereka tiba di posko Induk di Kota Palu.

Saat ini, evakuasi masih menjadi salah satu agenda utama Tim Rescue Emergency Response ACT. Apalagi mengingat medan yang hancur terbilang parah, belum lagi ada wilayah-wilayah yang tertutup lumpur sehingga semakin menyulitkan proses evakuasi. Kondisi jenazah yang dievakuasi pun banyak yang sudah tidak utuh lagi, sehingga harus segera dilakukan pemakaman agar menghindari munculnya resiko lain.

Selain itu, dapur umum juga telah diaktivasi di berbagai titik pengungsian di Palu, Sigi dan Donggala. Masih banyak kebutuhan di berbagai titik lainnya mengingat jumlah pengungsi mencapai puluhan ribu jiwa. ***

 
 
 

 
 

Komentar

Loading...