Ada Dugaan Mal Praktik di RSUD Teuku Umar?

Ada Dugaan Mal Praktik di RSUD Teuku Umar?
Instalasi Gawat Darurat RSUD Teuku Umar Aceh Jaya. | Foto: waspadaaceh.com

Tidak ada mal praktik. Pasien itu masuk dalam keadaan lemas. Kondisi gula darahnya di atas 500 mg/dl. Tidak pernah melakukan kontrol dan sudah komplikasi sampai tidak bisa jalan. | Dokter Eka Rahmayuli, Direktur RSUD Teuku Umar.

KBA ONE, Aceh Jaya- Sial majal nasib Mustafa Samsudin, 60 tahun. Dibawa ke rumah sakit masih bisa bicara tapi setelah diopname malah tangan kanannya bengkak, terkelupas, dan, menurut keluarga korban, harus dilakukan tindakan dioperasi.

“Ayah saya ini, sudah kurus sekali, seperti orang lumpuh. Memang ayah saya ini ada menderita DM (diabetes melitus). Awalnya semua baik, tetapi setelah di rumah sakit malah harus dioperasi,” cerita Munawar, anak Mustafa Samsudin, warga Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya.

Membagi kisah hidup keluarganya kepada wartawan di RSUD Teuku Umar, Selasa 12 Maret 2019, lelaki 28 tahun ini menduga ayahnya menjadi korban mal praktik. "Kami orang awam, mana tahu tentang apa yang menimpa ayah saya Samsudin," kata Munawar dengan nada lirih.

Dia menyebutkan ayahnya dirawat di RSUD itu selama 13 hari dan tiga hari ini di ruang ICU. Saat diinpus, pergelangan tangan kanan ayahnya membengkak. Lalu, pada malam harinya, Mustafa Samsudin menderita panas tinggi hingga drop dan tidak sadarkan diri. “Setelah itu baru dipindahkan ke ruang ICU,” cerita Munawar kepada KBA.ONE.

Melihat kondisi orang tua seperti itu, keluarga Munawar sempat bingung, apalagi pergelangan tangan kanan ayahnya bengkak dan membiru. Dua malam di ICU, ayah Munawar mulai sadar kembali, tetapi tangan kanan yang bengkak itu melepuh dan meleleh.

“Malah dokter di rumah sakit sempat menanyakan kepada kami mengapa kondisi ayahnya seperti ini? Kami bingung, kok, malah mereka bertanya dengan kami,” tanya Munawar keheranan.

Munawar lebih bingung lagi ketika dokter memutuskan bahwa ayahnya harus dioperasi. “Operasi bagaimana? Kami pun tidak paham. Karena sakit awalnya hanya seperti orang lumpuh, ditambah sedikit DM,” kenang Munawar.

Dokter Eka Rahmayuli, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teuku Umar, membantah telah terjadi mal praktik terhadap pasien bernama Mustafa Samsudin. “Tidak ada mal praktik,” tegas Eka Rahmayuli kepada wartawan di ruang kerjanya.

Pasien itu, dijelaskan Eka, masuk memang dalam keadaan lemas. Sedangkan kondisi gula darahnya di atas 500 mg/dl. Tidak pernah melakukan kontrol sama sekali, dengan kondisi kurus, sudah komplikasi sampai tidak bisa jalan. “Itu menurut keterangan dokter spesialis penyakit dalam yang disampaikan kepada saya,” terang Eka.

Selama perawatan di rumah sakit, jelas Eka, tindakan pertama yang dilakukan adalah pemberian cairan karena menderita darah manis (DM). “Dehidrasinya tinggi, jadi untuk pencegahan awal adalah pemberian cairan,” sebut Eka.

Cuma, sambung Eka, salah satu komplikasi pemberian cairan, terutama pada orang DM, ada infeksi. “Itu komplikasi dan efek samping dari pemberian cairan infus,” tutur dia.

Kondisi-kondisi pasien yang membutuhkan cairan tinggi, ditambah gula darah di atas 500 mg/dl, jelas Eka, memang komplikasi itu tidak dapat dihindari. Kasus ini jarang terjadi, tapi ada beberapa kasus yang mereka temui.

“Bapak ini salah satunya. Bila kita tidak melakukan infus, bisa lebih berbahaya. Dan ini memang berasal dari DM nya, bukan mal praktik,” tegas dokter Eka sekali lagi.

Dokter Eka juga membantah soal operasi. “Itu bukan operasi, tapi hanya pembersihan luka saja.  Debit demang bahasa kami. Yaitu tindakan yang dilakukan di ruang operasi agar lebih steril dan untuk mencegah infeksi akibat tempat yang tidak steril,” ungkap dokter Eka Rahmayuli.

Dalam pertemuan itu, Dokter Eka juga sempat menyampaikan permohonan maaf atas insiden kecil larangan memotret bagi wartawan yang akan meliput oleh salah seorang petugas security di RSUD Teuku Umar.

"Maaf ya, mungkin ada miscommunication antara kawan-kawan dan security tadi. Saya sebagai pimpinan di sini, mohon maaf, “ kata dokter Eka Rahmayuli. ***

Komentar

Loading...