Ada Kontes Kucing Internasional di Banda Aceh!

Ada Kontes Kucing Internasional di Banda Aceh!
Ilustrasi | Cattery.co.id

Dalam kontes itu, pihak Cat Lovers Banda Aceh juga akan memberikan pemahaman tentang mitos-mitos kucing.

KBA.ONE, BANDA ACEH – Berbusana dengan motif macan tutul, seorang perempuan paruh baya memasuki ruangan di gedung Anjong Mon Mata Banda Aceh.  Di belakangnya ada dua pemuda mengikuti, masing-masing membawa dua keranjang besar.

Begitu menemukan meja dengan nomor yang sesuai, mereka meletakkan keranjang-keranjang itu dan membuka salah satunya. Muncullah seekor kucing dengan motif sama dengan baju sang pemilik yakni totol-totol, ibarat macan tutul!

Tapi tunggu dulu, itu bukan macan tutul beneran, lho, tapi hanya seekor kucing. Dengan warna kulit totol-totol dan panjang tubuh hampir 80 cm, Monako –nama  kucing itu- memang langsung menjadi perhatian banyak orang. Dan sang pemilik bernama Tuti, 55 tahun.

“Ini adalah kucing ras Bengal, dia memang ada keturunan kucing hutan, makanya motif bulunya seperti ini. Selain warna coklat hitam, ada juga yang berwarna putih abu-abu, Monako baru berusia 10 bulan,” jelas Tuti.

Tuti dan Puluhan pencinta kucing lainnya bukan tanpa alasan datang ke Anjong Mon Mata dengan para kucing peliharaan mereka. Kedatangan pecinta kucing ini untuk mengikuti Aceh Cat Show yang diselenggarakan oleh Cat Lovers Banda Aceh. 

Jenis kucing hutan. | Foto: hewan.id

Founder Cat Lovers Banda Aceh, dr Natalina Christanto, mengatakan ini adalah ajang kontes kucing bertaraf internasional yang pertama kali dilakukan di Banda Aceh.

“Tujuannya selain untuk bersilaturrahmi, juga untuk menunjukkan dan mengedukasi masyarakat akan hewan peliharaan, khususnya kucing,” jelas Natalina.

Ada banyak mitos yang beredar di masyarakat terkait  hewan peliharaan kucing. Dan diajang kontes kali ini, sebut Natalina, pihak Cat Lovers Banda Aceh akan memberikan pemahaman tentang mitos-mitos tersebut.

“Selain kontes, kegiatan ini juga menyelenggarakan seminar perihal kucing. Nah, di seminar ini kita bahas semuanya tentang kucing, misalnya karakter hewan kucing, makanan dan kesehatan kucing, hingga mitos-mitos yang ada,” jelas Natalina.

Selama ini, sebut Natalina, banyak orang berpendapat bulu kucing berbahaya bisa menimbulkan penyakit, misalnya alergi. Padahal, jika alergi bukan disebabkan oleh bulu kucing, tapi benda-benda yang menempel pada bulu kucing, misalnya debu. “Nah, wajib bagi kita setelah bermain bersama kucing, kita harus kembali mencuci tangan, sehinga kita tetap terjaga kesehatannya,” urainya.

Sebanyak 64 ekor kucing jenis ras dan domestic mengikuti kontes kuncing tersebut. Pesertanya ada yang berasal di Banda Aceh bahkan di luar Banda Aceh seperti Lhokseumawe, Riau dan Medan.

“Awalnya kami pun sedikit pesimis terhadap antusias warga akan kontes ini. Tapi, ternyata peminatnya banyak sekali dan mereka sangat antusias,  ada banyak pencinta kucing di Banda Aceh,” jelas Natalina.

Juri yang dihadirkan pun adalah juri  berkelas internasional, masing-masing Amir Sarif  dari Malaysia dan tiga lainnya juri nasional yang sering menjuri aneka kontes internasional, yakni Cacang Efendi, Okto Ubud dan Saepudiah. | Biyan Nyak Jeumpa, Kontributor Banda Aceh.

Komentar

Loading...