Agar Kentut Tak Minder Lagi

Agar Kentut Tak Minder Lagi
Pedagang mi ayam bernama Kentut, 30 tahun, ingin mengganti namanya menjadi Ihsan Hadi di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu, 18 April 2018. | Foto: TEMPO/Ayu Cipta.

Anak-anaknya pun merasa minder saat tahu nama ayahnya di dokumen KK bernama Kentut. Karena itu, keluarga mendukung penggantian nama tersebut.

KBA.ONE, Tangerang – Hakikat pemberian nama kepada anak adalah agar ia dikenal dan dimuliakan. Jika  seseorang lahir tanpa nama maka ia akan menjadi majhul (tidak dikenal) oleh masyarakat. Karena itu, memberi nama yang bagus kapada anak adalah sebuah kewajiban agar kelak tidak menjadi bahan olok-olok.

Di Tangerang, Jawa Barat, seorang penjual mi ayam terpaksa berurusan dengan pengadilan karena selama hidup menanggung malu gara-gara orang tuanya memberi nama Kentut. Di Pengadilan Negeri Tangerang ini, Kentut ingin mengubah nama asli di dokumen resmi kependudukan menjadi Ihsan Hadi.

Pagi ini, Senin 23 April 2018, Pengadilan Negeri Tangerang akan menggelar sidang lanjutan kasus Kentut. Pedagang mi ayam di Kuciran, Tangerang,  ini sudah berbulat tekad mengganti nama biologis pemberian orang tuanya itu.

Nama Ihsan Hadi sebenarnya bukan pilihan Kentut sendiri. Nama yang memiliki arti "petunjuk yang baik" itu adalah pemberian guru mengajinya saat dia masih kecil. "Nama itu sehari-hari saya pakai, termasuk berkenalan dengan istri di pesantren," kata Kentut kepada Tempo, Rabu, 18 April 2018.

Kendati sehari-hari menggunakan nama barunya itu, nama Kentut tetap tertera di setiap dokumennya, baik ijazah, kartu tanda penduduk, buku nikah, hingga kartu keluarga (KK). Itulah yang membuat pria 30 tahun ingin mengganti nama melalui Pengadilan Negeri Tangerang.

Anak-anaknya pun merasa minder saat tahu nama ayahnya di dokumen KK bernama Kentut. Karena itu, keluarga mendukung penggantian nama tersebut. 

Sri Wahyuni, 30 tahun, istri Kentut, 30 tahun, penjual mi ayam dengan tajuk "Mbah Man", mengaku mengetahui nama asli suaminya menjelang pernikahan mereka pada 2008.

"Ya, saya baru tahu waktu menjelang pernikahan. (Di) surat-surat ada nama Kentut. Kaget juga, apalagi kakak ipar saya bilang, 'Mosok, jenenge Kentut? Koyo orang ono jeneng liyo' (Masak, namanya Kentut? Seperti tidak ada nama lain)," katanya, Ahad, 22 April 2018, sembari tersenyum.

Saat itu, reaksi Wahyuni campur aduk, kaget. Namun, apa boleh buat, dia mau tidak mau harus menerimanya. "Masak, hanya karena nama terus batal menikah? Mungkin sudah jodoh. Sekarang kami sudah 10 tahun menikah punya anak tiga tidak ada problem keluarga," tutur Wahyuni.

Wahyuni berkisah saat sebelum menikah, ada teman sepondoknya yang mengatakan pacarnya itu bernama Kentut. "Waktu itu saya enggak percaya ada teman menceritakan nama Ihsan Hadi itu aslinya Kentut. Saya hanya menjawab, 'Ah, mosok, namanya Kentut?' Rupanya bener," ujarnya terkekeh.

Wahyuni pun kemudian mendorong sang suami mengganti namanya menjadi Ihsan Hadi, sesuai dengan pemberian guru mengajinya.

Sebelumnya, Kentut menceritakan nama itu bermula. "Saya lahir di Karanganyar, Solo. Orang tua saya petani jadi tidak berpikir arti nama yang itu (Kentut)," kata pria yang sehari-hari membuka depot mi ayam itu.

Kentut pun dengan tersenyum mengatakan berat hati menyebut nama lahirnya itu. Dia hanya mengatakan namanya dengan mendikte hurufnya. "Ya, pokoknya Bapak saya dulu memberi nama K-e-n-t-u-t itu yang saya sebut di awal sehingga waktu kecil saya sudah kenyang ditertawakan karena nama itu," ujarnya getir.

Saat ini, proses persidangan kasus Kentut di Pengadilan Negeri Tangerang belum selesai. "Sudah pernah sidang sekali pengajuan nama. Senin ini diputuskan apakah nama saya dikabulkan atau tidak," tutur Kentut penuh harap.

Komentar

Loading...