Akhir Cerita Getek Krueng Tingkeum

Akhir Cerita Getek Krueng Tingkeum
Pengaspalan badan jalan Jembatan Krueng Tingkeum. Foto: KBA/Try Vanny.

Tapi getek ini tak selalu dapat diandalkan, terutama saat arus sungai deras. 

KBA.ONE, Aceh Utara - Muhammad Syakri, 21 tahun, membongkar getek bermesin miliknya di tepian Krueng Tingkeum, Kuta Blang, Bireuen. Rampungnya pengerjaan Jembatan Krueng Tingkem memaksanya gulung tikar. Sudah hampir setahun, dia memperoleh rezeki dengan menyeberangkan para pengguna sepeda motor.

Dalam sehari, dia mengaku mendapatkan keuntungan hingga Rp 200 ribu. "Yah, mungkin sampai di sini rejeki dari getek, ke depannya, kami harus mencari pekerjaan yang lain," ujar Syakri, Jumat, 12 Januari 2018.

Beda Syukri, beda pula para pelintas Jalan Medan-Banda Aceh. Jembatan yang dikerjakan setahun lalu jelas mengurangi beban mereka. Jika untuk melintas sungai ini, sebelum jembatan diperbaiki, hanya membutuhkkan waktu dua menit, selama pembangunan jembatan, mereka terpaksa menghabiskan waktu sekitar 30-60 menit melintasi jalan alternatif.

Bagi pengendara sepeda motor atau pejalan kaki, cukup membayar sejumlah rupiah kepada Syakri. Mereka akan diseberangkan di atas getek kayu bermesin. Selain murah, keberadaan getek ini juga cukup menghemat waktu perjalanan. Tapi getek ini tak selalu dapat diandalkan, terutama saat arus sungai deras. Sebagai operator, Syakri harus memastikan keselamatan penumpang dan barang.

Di musim hujan, jalan alternatif yang sempit juga berlumpur. Kondisi ini membuat pelintas kesulitan. Sejak kemarin, jembatan itu mulai dapat dilintasi. Rencananya, tiga hari lagi, jembatan ini akan diresmikan pengoperasiannya. Saat ini, di atas jembatan, sejumlah pekerja hanya mengerjakan hal ringan, seperti mengecat trotoar dan membersihkan sisi jalan.

"Dua jalur pengalihan arus kemarin akan diperbaiki. Untuk menghindari kemacetan, kami buka sementara jembatannya," kata Rusli, pelaksana lapangan PT Reskarya.

Jembatan ini terpaksa dibangun kembali karena hampir roboh. Sedimentasi sungai dan balok kayu yang menghantam tiang penyangga jembata membuat pondasi miring. Akhir Mei tahun lalu, jembatan ini dibangun ulang. Uang yang dihabiskan untuk membangun jembatan ini mencapai Rp 37 miliar.

Kontributor Try Vanny

Komentar

Loading...