Aksi Damai Buruh untuk Keselamatan Kerja

Aksi Damai Buruh untuk Keselamatan Kerja
Aksi Damai di Simpang Jam Taman Sari, Banda Aceh. | Foto: Ist.

KBA.ONE, Banda Aceh – Kasus kecelakaan kerja yang terjadi di Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie dan Kota Sabang mencapai 61 kasus, berdasarkan data akhir tahun 2017 yang dihimpun dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Untuk seluruh Indonesia kecelakaan kerja mencapai 802.382 kasus.

“Penyebab terjadinya kecelakaan kerja yang menimpa buruh umumnya karena rendahnya kesadaran dan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama pada sektor industri,” kata Ketua Federasi Kontruksi Umum dan Informal Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FKUI KSBSI) Aceh, Teuku Ayatullah Bani Baeit, di Taman Sari, Minggu 29 April 2018.

Dia memberi contoh kasus kematian yang menimpa Muhammad Yahya,45, buruh/pekerja kontrak PLN yang dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat arus listrik saat bekerja. Korban saat itu memperbaiki arrester (alat pelindung bagi peralatan sistem tenaga listrik terhadap surya petir) PLN di Lhokseumawe pada 31 Maret 2018.

Teuku Ayatullah Bani Baeit menyebutkan, selain kelalaian dan minimnya pengetahuan, penyebab terjadinya kecelakaan kerja karena kurang atau tidak memiliki Alat Pelengkapan Kerja (APD) standar. Beberapa kasus kecelakaan kerja lainnya sengaja ditutupi pihak perusahan agar tetap mendapatkan penghargaan penerapan zero insiden.

Berdasarkan fakta tersebut, perwakilan buruh Aceh yang berapliasi dengan Federasi Kontruksi Umum dan Infomal (FKUI), melakukan kampanye Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Simpang Jam Taman Sari, Banda Aceh.

“Pelaksanaan K3 ini telah diatur dalam Undang-undang No. 1 Tahun 1970, No. 23 Tahun 1992, dan No. 13 Tahun 2003. Bagi perusahaan yang tidak melaksanakan ketentuan undang-undang akan dikenakan denda paling banyak Rp15.000.000,- atau pidana kurungan paling lama 1 tahun,” jelasnya.

Dia menambahkan, pada tanggal 29 April diakui Organisasi Buruh Internasional (ILO) dan Konfederasi Serikat Pedagang Internasional sebagai Hari K3 Internasional. Aksi damai ini, tambahnya, akan mengampanyekan K3 melalui spanduk dan poster yang dibawa para peserta ketika aksi diiringi dengan orasi damai. Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari buruh sedunia (May Day) 1 Mei 2018 di Aceh.

Koordinator aksi, Rizki menjelaskan pelaksanaan kampanye Hari K3 Internasional bertujuan untuk mengingatkan pemahaman semua pihak pentingnya penerapan K3 bagi keselamatan buruh. Jika budaya K3 terwujud, kata Rizki, bisa mencegah terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja (PAK), kebakaran, peledakan dan pencemaran lingkungan. 

Komentar

Loading...