DUA DEKADE REFORMASI

Aktivis 98 Pamer 300 Foto di Banda Aceh

Aktivis 98 Pamer 300 Foto di Banda Aceh
Mahasiswa se-Jabotabek menduduki atap Gedung MPR/DPR RI saat menuntut reformasi dan pengunduran diri Presiden Soeharto, Mei 1998. Foto : Kompas/Eddy Hasby

KBA.ONE, Banda Aceh - Lahir dan besar di era reformasi mungkin sempat membuat Anda berpikir jika aktivis di Aceh luput dari aksi mewujudkan era yang ditandai tumbangnya rezim orde tahun 1998 itu. Jika ya, maka Anda berpikir salah.

Sejumlah aksi heroik juga dilakukan aktivis di Aceh meski provinsi berjuluk "Serambi Mekah, jauh dari pusat ibukota Jakarta. Lantas seperti apa aksi-aksi heroik di Aceh menumbangkan Rezim Soeharto? Datanglah ke Taman Sari, Kota Banda Aceh, hari ini atau Kamis 10 Mei 2018.

Sebanyak 300 foto menggambarkan aksi-aksi heroik aktivis 98 Aceh, akan dipamerkan di Taman Sari, untuk mengenang dua dekade lahirnya demokrasi paska runtuhnya rezim politik otoriter orde baru. Pameran foto digelar agar generasi millennial atau mereka yang lahir di rentang tahun 1980an hingga 2000, mengetahui perjuangan aktivis di tahun 1998.

"Saya pikir penting ada pengawalan dan tranportasi sejarah kepada aktivis sesudah 1998. Sehingga generasi millennial sekarang tidak bertanya-tanya bagaimna perjuangan aktivis 98 terdahulu," kata Tarmizi, salah satu aktivis 1998 Aceh saat konferensi pers di Kuta Alam Kupi, Banda Aceh, Rabu 9 Mei 2018.

Menurut Tarmizi, pasca reformasi banyak perubahan terjadi dan mengarah ke kondisi yang lebih baik dirasakan ketimbang di zaman orde baru. Salah satunnya kata dia kebebasan pers dan ruang demokrasi yang mulai terbuka yang ditandai kebebasan berorganisasi dan menyampaikan pendapat dimuka umum.

"Tapi kita kecewa terhadap sistem kampus saat ini yang kembali pada sistem masa orde baru. Dewan mahasiswa yang di bentuk pasca reformasi sudah kembali diatur perguruan tinggi sehingga membuat mahasiswa terkurung tak mampu mengawal perubahan," kata Bendahara Pena 98 itu.

Pameran foto pasca reformasi yang mengusung pesan "Untuk Alasan Apapun, Kami Tak Mau Kembali ke Orde Baru" rencananya digelar 4 hari atau mulai hari ini, Kamis 10 hingga 13 Mei. Selain pameran foto, kegiatan mengenang dua dekade reformasi itu, diisi pentas seni, dan diskusi publik, melibatkan aktivis di Banda Aceh dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah universitas.

Kontributor: Ghifari Afmar

Komentar

Loading...