Anomali Mudik di Pelabuhan Ulee Lheue

Oleh ,
Anomali Mudik di Pelabuhan Ulee Lheue
Ratusan pengemudi sepeda motor mengantre untuk masuk ke KMP Simeuleue. Foto: Indah Lestari.

Lonjakan penumpang di Pelabunan Ulee Lheue, dari dan ke Pelabuhan Balohan, Sabang, diperkirakan berlangsung pada H plus tiga sampai H plus tujuh.

KBA.ONE – Napas Fitri tersengal. Ransel besar di pundaknya membuat langkahnya sedikit sempoyongan. Namun wajahnya menyimpan kegembiraan.

“Senang sekali kuliah sudah libur. Saya mau menyambut Idul Fitri bersama keluarga,” kata Fitri. Fitri adalah mahasiswa asal Sabang. Di Banda Aceh, dia ngekost di kawasan Darussalam. Dia mengaku tak sabar untuk bertemu dengan orang tuanya di Pulau Weh.

Di pelabuhan, bersandar KMP Simeulue. Di geladaknya tersusun rapi mobil dan kereta. Sejumlah penumpang berjalan telah naik terlebih dahulu menggunakan jalur berbeda yang langsung mengantarkan mereka ke dek penumpang. Menggunakan kapal itulah Fitri akan berangkat. Dia akan berlayar kurang lebih 2 jam untuk sampai di kampungnya.

Tak ada lonjakan berarti saat mudik di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Para pemudik dapat memilih moda transportasi keberangkatan. Di Ulee Lheue, terdapat dua pilihan, menggunakan kapal cepat dan kapal lambat.

KMP Simeulue mampu mengakut 250 orang beserta kendaraan pribadi. Kapal lain yang sejenis adalah KMP Papuyuh dengan kapasitas penumpang 150 orang beserta kendaraan pribadi.

Mereka yang tak membawa kendaraan dapat menggunakan kapal cepat Express Bahri 8B dengan kapasitas penumpang 360 orang, Express Bahri 2F dengan kapasitas 420 orang, dan Cantika 89 hanya menampung kapasitas penumpang 250 orang.

“Kapal lambat berangkat dai Banda Aceh menuju Balohan pukul 10.30 WIB,” kata Kepala Pelabuhan Ulee Lheue Rusmansyah, Sabtu, 24 Juni 2017. Sedangkan kapal cepat berangkat tiga kali sehari, pukul 08.00 WIB, 10.00 WIB, dan terakhir pukul 16.00 WIB. “Semuanya masih harga normal.”

Kondisi ini adalah pemandangan normal di Pelabuhan Ulee Lheue. Rusmansyah memperkirakan lonjakan penumpang terjadi di tanggal 3 Syawal. Dia memperkirakan, arus mudik di pelabuhan ini hanya 800 orang. Puncaknya terjadi kemarin siang.

Biasanya, rute pelayaran ini dilayakani oleh KM Tanjung Burang dan KM BRR, namun karena kapal sedang dalam perbaikan, operator penyeberangan menyediakan kapal lain. “Biasanya, Sabang akan ramai dikunjungi oleh wisatawan. Ini akan terjadi sekitar 3-7 hari ke depan,” kata Rusmansyah.

Komentar

Loading...