Asa Hamidah Pulih dari Luka Bakar

Asa Hamidah Pulih dari Luka Bakar
Hamidah dan bekas luka bakarnya. |Foto: ACTNews.

Sebagian tubuh Hamidah melepuh dan menyisakan bekas luka bakar, tersebar di hampir separuh tubuhnya.

KBA.ONE, Reyhanli - Namanya Hamidah, gadis kecil berwajah cantik dan menggemaskan ini menjadi bukti korban dari kemiskinan akibat konflik Suriah yang memaksa orang-orang di negeri itu harus mengungsi.

Gadis cilik berusia 5 tahun itu tampak lebih suka berdiam diri. Di kala anak lain bermain sepeda, bersenda gurau, berlarian ke sana-kemari, Hamidah lebih memilih duduk di pinggir jalan memandangi kawan-kawannya bermain.

Hamidah tidak bisa selincah anak-anak lainnya. Sebagian tubuh Hamidah melepuh dan menyisakan bekas luka bakar, tersebar di hampir separuh tubuhnya. Punggung kiri, lengan kiri, dada hingga ketiak kiri, bahkan bagian kiri kepalanya, luka bakar.

Rambut di separuh kepalanya pun rontok akibat luka bakar itu. Luka-luka itu ia dapat dari peristiwa naas yang menimpanya. Hamidah tersiram minyak panas ketika sang ibu sedang memasak.

Tak banyak yang bisa dilakukan orang tua Hamidah karena kecelakaan itu. Ele, ibunda Hamidah, hanya seorang ibu rumah tangga. Ayahnya berprofesi sebagai petani serabutan. Tidak adanya perizinan pengungsi untuk bekerja, semakin menyulitkan mereka. Tidak ada biaya yang cukup untuk memperbaiki bekas luka bakar kulit Hamidah.  

Sejak Hamidah masih dalam kandungan, orang tuanya sudah pindah ke Turki sekitar 4 tahun lalu, akibat konflik di Suriah. Pertama kali mereka mengungsi ke Sanliurfa. Lalu sekitar 7 bulan lalu, mereka sekeluarga pindah ke Reyhanli, demi mencari peluang bertahan hidup yang lebih baik. Meski begitu, hidup sebagai pengungsi masih tak cukup bagi mereka untuk memperbaiki kondisi ekonomi.

Hamidah memiliki adik yang masih berusia 2,5 tahun. Hamidah, adiknya dan kedua orang tuanya tinggal di sebuah bangunan kios kecil yang konstruksinya tidak sempurna. Selain keluarga kecil ini, ada juga salah satu saudari dari pihak ibunda Hamidah beserta tiga orang anaknya yang ikut tinggal bersama. Mereka sekeluarga awalnya berasal dari Samanda, desa kecil di perbatasan Turki, dekat dengan Aleppo.

Pertemuan pertama dengan Hamidah adalah ketika gadis kecil ini ikut acara berbuka puasa bersama dengan pengungsi lainnya, yang diselenggarakan oleh ACT pada Ramadan lalu. Ketika itu adik dari ibunya Hamidah yang bercerita. Ia memiliki keponakan yang terkena luka bakar akibat tersiram minyak panas.   

Menanggapi kisah pilu Hamidah, ACT Turki menyempatkan diri untuk singgah menyambangi kediaman Hamidah, Rabu 27 Juni 2018.

“Ketika kami datang, Ele tidak banyak bicara. Hanya sepatah-dua kata kalimat yang keluar dari mulutnya. Tatapannya lebih banyak tertuju pada Hamidah. Dia menaruh harapan anak mungilnya itu bisa secepatnya pulih dari luka bakarnya, “ kata Fajar, salah satu relawan ACT di Turki.

Sejumlah paket pangan diambil langsung dari gudang Indonesia Humanitarian Center yang berada di kota Reyhanli, perbatasan Turki - Suriah. Paket pangan itu diberikan kepada keluarga Hamidah dan beberapa tetangga di sekitar rumahnya.

 “Semoga paket pangan ini bisa menghibur keluarga Hamidah, sambil berikhtiar yang terbaik untuk kesembuhan Hamidah,” ungkap Fajar. (***)

Komentar

Loading...