Badai Dahlia Sudah Mati, Hujan Belum Berhenti

Badai Dahlia Sudah Mati, Hujan Belum Berhenti
Ilustrasi siklon tropis Dahlia | Wikipedia

SEMPAT dihebohkan dengan Badai Dahlia akan melintasi Aceh membuat sebagian masyarakat panik dan ketakutan. Sebagai koreksi, berita menghebohkan itu sebenarnya hanya semata-mata kesalahpahaman maksud dari teks yang kami kirim ke penulis berita saja.

Untuk itu perlu sedikit kami jelaskan siklon tropis Dahlia beberapa hari yang lalu tumbuh di sebelah selatan garis khatulistiwa dan bergerak ke arah tenggara. Posisi Aceh sebelah utara garis khatulistiwa. Secara teori Badai Tropis (siklon) tidak dapat menyeberang garis khatulistiwa, sehingga tidak mungkin Badai Dahlia melintasi Aceh.

Yang kami maksud dalam teks yang kami kirim tersebut adalah masa udara yang disedot Badai Dahlia melewati Aceh dan terbentuk konvergensi (pengerucutan masa udara) atmosfir Aceh. Namun sekarang Dahlia sudah punah, hujan di provinsi Aceh masih berlanjut.

Bila dilihat dari dinamika atmosfir Aceh masih cukup banyak uap air di udara mencapai 80 - 100 %. Di samping itu juga masih bertahannya lowpressure di Samudera Hindia bagian barat Aceh bahkan ada potensi lowpressure akan terbang menjadi siklon tropis sehingga sangat berpotensi terjadi hujan sedang sampai lebat di wilayah Aceh.

Dari dinamika atmosfir yang kami sebut di atas dan dengan memperhatikan parameter meteorologi lainnya, BMKG ACEH memperkirakan hujan di provinsi paling ujung Indonesia masih berlanjut hingga tiga hari ke depan dengan intensitas rata-rata sedang hingga lebat. Di samping itu, kilat atau petir serta angin kencang juga masih berpotensi.

Dengan keadaan cuaca Aceh seperti ini, maka masyarakat supaya tetap mewaspadai banjir, tanah longsor, pohon tumbang, gelombang tinggi, jalan licin, jarak pandang yang terbatas serta bahaya petir. Bahaya lain yang patut perhatikan adalah untuk masyarakat yang tinggal di pesisir. Ini karena ada peningkatan tinggi gelombang yang diakibatkan oleh cuaca buruk.

Dalam tiga hari ke depan masih ada fenomena lain yang juga berpengaruh terhadap tinggi gelombang yang dinamakan dengan fenomena super moon. Fenomena ini adalah di mana bulan dalam mengorbit bumi berada pada posisi sangat dekat dengan bumi. Sehingga gaya tarik bulan terhadap air laut sangat besar dari biasanya yang akan terjadi pasang tinggi dan berujung dapat terjadi bahaya abrasi pantai.

Soal warning bencana hidrometeorologi ini, BMKG ACEH tidak menyebutkan satu persatu wilayah yang berdampak ini karena potensi bencana tersebut berpotensi untuk seluruh Aceh. Sebab musim hujan masih panjang yaitu sampai awal atau pertengahan Januari 2018.

Potensi banjir masih berpeluang besar terjadi di DAS, daerah cekungan, perkotaan dan juga daerah datar yang luas. Sedangkan daerah perbukitan terutama yang kemiringan bukitnya 45 derajat atau lebih berpotensi terjadi tanah longsor. Para nelayan dan penyedia jasa pelayaran agar selalu respek dengan cuaca dan lebih mementingkan keselamatan. Jangan dipaksa bila tidak memungkinkan. Serta mewaspadai terjadinya abrasi pantai dan banjir.

Pada musim hujan juga biasanya rentan terhadap penyakit, terutama flu dan demam. Untuk itu kepada masyarakat agar menjaga kesehatan dengan makan berimbang, olahraga serta menjaga lingkungan agar tidak ada tempat nyamuk bertelur.

Zakaria, Ah.MG. SE, Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh, BMKG

Komentar

Loading...