Prediksi BMKG Hingga September 2018

Badai Puting Beliung dan Hujan Es Mengancam Aceh

Badai Puting Beliung dan Hujan Es Mengancam Aceh
Rumah warga di Pidie Rusak diterjang angin puting beliung. | Foto: Dana.

"Bahkan bisa juga turun hujan es bila awannya terlalu rendah dan suhu udara di sekitar permukaan awan terlalu dingin," jelas Zakaria, Kasi Data dan Informasi BMKG Blang Bintang.

KBA.ONE, Banda Aceh - Hati hati jika berkendera dan hindari memarkir kendaraan di bawah batang pohon jika angin sedang kencang. Kemarin, di Ulee Lheue, kecepatan angin mencapat 70 kilometer per jam, dua payung elektrik raksasa di Masjid Raya Baiturrahman sobek, pohon bertumbangan dan atap rumah warga rusak. 

Badai angin disertai hujan yang melanda Banda Aceh, Sabang, Aceh Besar, Aceh Jaya, Pidie, dan bahkan Aceh di bagian utara yang merusak bangunan rumah dan pepohonan, diperkirakan akan terus mengancam hingga September 2018. "Perlu diwaspadai ketika terlihat awan gelap diawali kilat dan guntur. Kemarin, kecepatan angin pinggir pantai Ulee Lheue mencapai 70 km per jam," kata Zakaria. 

Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi BMKG Blang Bintang, ini menjelaskan angin kencang untuk wilayah Aceh sudah dimulai sejak Mei lalu. Ini disebabkan pada bulan itu, kata Zakaria, posisi matahari sudah di belahan bumi utara maka banyak tekanan rendah lebih sering muncul di belahan bumi bagian utara. "Maka masa udara di belahan bumi selatan akan bergerak menuju lowpressure di bumi bagian utara," jelas Zakaria kepada KBA ONE via whatsapp messenger, Selasa 10 Juli 2018. 

Payung elektrik raksasa di Masjid Raya Baiturrahman sobek dihantam badai angin. | Foto: Ist.

Secara teknis Zakaria menjelaskan akibat pergerakan masa udara tersebut maka terjadilah angin kencang yang rata-rata kecepatannya antara 10 sampai 40 km per jam. Dan akan diperparah bisa mencapai 40 sampai 80 per jam. Atau, tambah Zakaria, bila ada muncul gangguan cuaca berupa siklon tropis atau tekanan rendah di Samudra Pasifik bagian barat, seperti bila muncul lowpressure di sekitar Philipina dan atau di laut China Selatan.

Ia mengatakan bila muncul siklon tropis seperti gejala di atas maka akan terjadi pembelokan angin atau penyatuan arah angin yang biasa disebut dengan konvergensi. Setelah itu, katanya, akan tumbuh awan cumulo nimbus yang ditandai dengan kilat atau guntur. Biasanya diawali dengan angin kencang atau bisa muncul angin puting beliung. "Bahkan bisa juga turun hujan es bila awannya terlalu rendah dan suhu udara di sekitar permukaan awan terlalu dingin," jelas Zakaria.

 
 

Komentar

Loading...