Bagian Tubuh Jamal Khashoggi Diduga Diangkut ke Arab Saudi

Bagian Tubuh Jamal Khashoggi Diduga Diangkut ke Arab Saudi
Jamal Khashoggi dan tunangannya, Hatice Cengiz | Middle East Eye

KBA.ONE, Turki - Muncul dugaan baru terhadap pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi. Pemerintah Turki meyakini bagian dari tubuh Jamal diangkut keluar dari negara itu oleh Maher Abdulaziz Mutrib, pengawal putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman.

Dilansir dari Middle East Eye, Ahad, 21 Oktober 2018, seorang sumber mengatakan Maher Abdulaziz Mutrib, perwira intelijen yang terlibat dalam pembunuhan Jamal, diduga telah mengambil bagian tubuh jurnalis itu dan memasukkannya ke dalam sebuah tas besar.

Mutrib, kata sumber itu, yang sering terlihat bepergian dengan Mohammad bin Salman, meninggalkan Istanbul pada 2 Oktober, hari kematian Khashoggi. Mutrib kabur dengan jet pribadi yang berangkat pada pukul 18.20 waktu setempat. Ia membawa paspor diplomatik dan tampak terburu-buru.

Tas Mutrib tidak diperiksa ketika ia melewati ruang VIP di Bandara Ataturk. Pesawat yang ditumpanginya terbang sebelum kabar kematian Khashoggi menyeruak.

Sebelumnya, juga muncul dugaan kalau dibunuh dengan cairan asam. Jasadnya diduga dilarutkan dalam cairan asam yang sangat kuat hingga hancur.

Keyakinan baru kalau Khashoggi dimutilasi muncul setelah Arab Saudi akhirnya mengakui para pejabatnya telah membunuh Khashoggi. Walaupun mengaku, Arab Saudi tetap mengatakan tidak mengetahui keberadaan jenazah Khashoggi.

Seorang pejabat Saudi yang namanya dirahasiakan mengatakan, mayat Khashoggi digulung ke dalam karpet dan diserahkan kepada "kolaborator lokal" untuk dibuang. Namun, sumber lain di Turki mengatakan kepada Middle East Eye, tubuh Khashoggi dipotong menjadi 15 bagian. "Mereka tidak menggulung apa pun," ujar sumber itu.

Siapa Mutrib?

Mutrib diduga salah satu dari 15 orang yang dikirim ke Istanbul untuk menyergap Khashoggi di konsulat Saudi. Mutrib termasuk salah seorang dari tujuh anggota tim keamanan Mohammad Bin Salman. Kini, menyusul kecaman internasional yang bertubi-tubi, Saudi mencari cara untuk menjelaskan kenapa Mutrib ikut terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

Sebelumnya, Mohammad bin Salman telah memecat dua pengawalnya. Termasuk orang yang paling dipercayanya yakni wakil kepala intelijen Saudi Ahmed al-Assiri dan asistennya Saoud al-Qahtani. "Mereka mengklaim Assiri meminta Qahtani memberikan nama-nama orang yang mengenal Khashoggi dan dapat membujuknya untuk kembali. Lalu Qahtani menyarankan Mutrib karena mereka bekerja bersama di London, " ujar sumber di Turki.

Washington Post mengosongkan bagian opini yang biasa diisi Jamal Khashoggi | @twitter 

Sadisnya Kematian Khashoggi

Sumber-sumber di Turki mengatakan kepada Middle East Eye, Khashoggi disiksa, dibunuh, dan dipotong-potong segera setelah memasuki konsulat. Dia butuh tujuh menit untuk mati, kata sumber itu. Pemotongannya dimulai sebelum dia meninggal karena suntikan obat mematikan.

Ahli patologi forensik top Salah Muhammad al-Tubaigy, seorang ahli dalam otopsi cepat, memotong tubuhnya dengan gergaji tulang. Kecepatan Tubaigy memotong-motong mayat Khashoggi disebutkan tidak menyenangkan anggota tim lainnya. Karena mereka tidak bisa mengemas bagian-bagian tubuh dengan cepat.

Pemerintah Turki hingga kini tidak percaya pada keterangan Arab Saudi yang menyebutkan Khashoggi mati secara tidak sengaja saat pertikaian sengit terjadi di konsulat. Arab Saudi disebut berusaha menutupi kematian Khashoggi.

Adapun Arab Saudi mengatakan ada 18 belas tersangka telah ditangkap di Riyadh. Turki berusaha agar mereka diekstradisi.

Selain itu, penegak hukum di Turki sekarang bertekad mengambil setidaknya sebagian dari tubuh Khashoggi. Penyidik telah memiliki bukti yang cukup untuk menetapkan para tersangka. Namun, mereka menunggu sampai bagian tubuh Khashoggi ditemukan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji mengungkap kasus itu. Saat menelepon Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Ahad lalu, keduanya sepakat kasus Khashoggi perlu diperjelas "dalam semua aspeknya".

Khashoggi yang sejak setahun lalu menjadi eksil di Amerika Serikat mendatangi konsulat Arab Saudi di Istanbul untuk mengurus pernikahannya dengan wanita Turki pada 2 Oktober 2018. Dia terakhir kali terlihat memasuki gedung konsulat, disaksikan tunangannya, Hatice Cengiz, yang datang bersama tapi menunggu di luar. Sejak itu, jurnalis dan komentator kawakan ini hilang.

Komentar

Loading...