Banda Aceh Stabil, di Pidie Daging Tembus Rp170 Perkilogram

Oleh ,
Banda Aceh Stabil, di Pidie Daging Tembus Rp170 Perkilogram
Suasana Pasar daging di Pasar Sigli, Kabupaten Pidie, Foto: Kba/ Marzuki

KBA.ONE, Pidie - Sehari menjelang Ramadan 1439 Hijriah/2018 Masehi harga daging sapi di Kabupaten Pidie tembus Rp 170 ribu perkilogram. Sementara di Kota Banda Aceh harga daging masih terbilang normal dengan harga jual Rp 150 ribu perkilogram.

Burhan seorang penjual daging di Pasar Sigli yang ditemui KBA mengatakan, harga jual daging ramaan kali ini dan tahun sebelumnya terbilang normal. Tingginya harga daging kata Burhan dipicu mahalnya harga jual ternak baik sapi maupun kerbau. Namun ia tidak merinci harga ternak-ternak tersebut.

"Sebenarnya harga daging meugang yang kami jual sama dengan megang tahun lalu, karena harga sapi dan kerbau cukup mahal," kata Burhan tanpa merinci berapa harga jual ternak.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Pidie, Ishak Ibrahim mengaku menyambut ramadan 1439 Hijriah jumlah sapi dan kerbau yang disembelih di Kabupaten Pidie mencapai 1.920 ekor. Adapun rinciannya kata Ishak, 876 ekor sapi dan 1.044 ekor kerbau.

"Ternak sapi dan kerbau yang akan disembelih telah diperiksa kesehatannya oleh petugas pereriksan kesehatan hewan. Sering ditemukan adannya ternak yang menderita cacing hati tapi masih layak di konsumsi asal hatinnya dibuang. Tapi untuk tahun ini semua sapi yang disembelih kondisinya sehat," kata Ishak.

Sementara di Kota Banda Aceh harga daging sapi terbilang stabil. Setiap kilogramnya daging dijual pedagang dengan kisaran Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu per kilogram.

"Masih seperti tahun-tahun sebelumnya antara Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu," kata salah seorang pedagang yang ditemui KBA. di Pasar Beurawe Kuta Alam.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dan Wakil Wali Kota Zainal Arifin yang turut memantau harga-harga serta ketersediaan stok daging meugang serta ketersedian sembako di sejumlah pasar di Banda Aceh menyatakan harga daging di Banda Aceh relatief stabil. Dia meminta pedagang tidak mempermainkan harga karena pemerintah akan mengambil langkah-langkah jika hal tersebut terjadi.

“Harga (daging) tahun ini saya lihat juga tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya seperti daging masih dikisaran Rp 130 hingga 150 ribu perkilogram. Secara keseluruhan stabil meski lebih tinggi jika dibanding sebelum ramadan,” kata Aminullah di sela meninjau pasar daging di kawasan Peunayong.

Menurut Aminullah, selama ramadan, pemerintah kota Banda Aceh akan terus memantau harga kebutuhan pokok seperti beras dan gula agar tidak mengalami lonjakan harga. Hal ini agar tidak terjadi permainan harga di tingkat pedagang selama ramadan.

“Jadi kalaupun ada yang coba-coba bermain kita telah bekerjasama dengan Bulog serta lembaga lainnya akan menggelar pasar murah. Jadi kami harap pedagang tidak mempermainkan harga selama ramadan. Untuk sembako selama Ramadan hingga Idul Fitri, sudah diperhitungkan semua dan mudah-mudahan cukup hingga dua bulan ke depan,” kata Aminullah.

Komentar

Loading...