Banjir Tak Surut, Pengungsi di Aceh Utara Capai 20 Ribu Jiwa

Banjir Tak Surut, Pengungsi di Aceh Utara Capai 20 Ribu Jiwa
Seorang pria membawa tabung gas dan barang berharga miliknya ke tempat pengungsian. Banjir di Aceh Utara menyebabkan 20 ribu warga mengungsi ke tempat-tempat aman. Foto: KBA/Try Vanny

“Kami juga butuh pakaian, selimut dan sejumlah makanan tambahan lainnya.”

KBA.ONE, Aceh Utara - Gelombang pengungsi di di Aceh Utara terus meningkat. Titik-titik baru pengungsian juga bertambah. Hingga hari ini, data Badan Penanggulangan Bencana Daereah Aceh Utara, tercatat 72 lokasi pengungsian tersebar di delapan kecamatan di kabupaten itu.

“Jumlah pengungsi mencapai 20 ribu jiwa,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Aceh Utara, Chairuddin, Selasa, 5 Desember 2017. “Jumlah terbanyak di Lhoksukon.”

Di Ibu Kota Aceh Utara ini, jumlah pengungsi mencapai 11.458 jiwa. Mereka memenuhi 31 titik di kecamatan itu. Peningkatan ini terjadi seiring dengan melebarnya daerah yang terkena banjir. Sehari sebelumnya, jumlah titik pengungsian 62 titik.

BPBD Aceh Utara menyalurkan berbagai keperluan untuk korban pengungsi banjir di semua titik pengungsian. Namun ada titik yang masih belum terisolir.

Chairuddin mengatakan pihaknya berupaya untuk menjangkau para korban dan memastikan mereka mendapatkan bantuan tanggap darurat. Di setiap titik pengungsian, ditempatkan koordinator yang bertugas memantau kebutuhan para penyintas tersebut.

Riana, salah seorang pengungsi di posko Gampong Cibrek, Lhoksukon, mengatakan kondisi di pengungsian saat ini semakin bertambah. Segalanya menjadi serba terbatas. Terutama makanan yang disediakan di dapur umum. Sebagian dari mereka juga mulai terserang penyakit.

“Saya dan anak saya saat ini merasakan gejala demam. Mungkin bisa dibantu dengan diberikan obat untuk mengatasinya,” kata Riana. Perempuan ini juga mengaku kesakitan saat melangkah karena kedua kakinya terserang kutu air. “Kami juga butuh pakaian, selimut dan sejumlah makanan tambahan lainnya.”

Camat Lhoksukon, Syaifuddin, mengatakan di Lhoksukon sendiri ada 14 jiwa lebih korban banjir yang saat ini menempati 34 titik pengungsian. Pemerintah mengirimkan bantuan sesuai kebutuhan. Di berbagai posko, saat ini, juga telah berdiri dapur umum dan stok kebutuhan pokok.

“Air sudah agak surut, namun jumlah pengungsi terus bertambah di sejumlah titik di Kecamatan Lhoksukon. Ini disebabkan banjir di rumah mereka belum surut berhari-hari,” kata Syaifuddin.

Angka pengungsi di delapan kecamatan di Aceh Utara.
Kecamatan Lhoksukon: 11.458 jiwa di 34 titik.
Kecamatan Pirak Timu, 8.802 jiwa di 10 titik.
Kecamatan Langkahan , 304 Jiwa, 2 titik pengungsian
Kecamatan Matangkuli , 4.848 Jiwa di 13 titik.
Kecamatan Seunuddon, 29 Jiwa di 1 titik.
Kecamatan Baktiya Barat, 532 Jiwa di 4 titik.
Kecamatan Tanah Jambo Aye, 315 jiwa di 2 titik.
Kecamatan Baktiya, 1.224 Jiwa di 6 titik.
(Sumber data: BPBD Aceh Utara),

Kontributor Try Vanny

Komentar

Loading...