Bantuan Tak Kunjung Datang, Warga Blokir Jalan

Bantuan Tak Kunjung Datang, Warga Blokir Jalan
Warga desa Natam dan Natam Baru memblokir jalan lintas Kuta Cane - Blang Kejeren |Foto: Bulkainisah

KBA.ONE, Aceh Tenggara - Lambatnya bantuan masa panik pasca banjir bandang yang melanda kawasan desa Natam dan Natam Baru, Kecamatan Badar, Aceh Tenggara, Sabtu malam, 13 April 2019, meninggalkan berbagai duka bagi warga yang tertimpa musibah.

Selain pangan dan obat - obatan juga berbagai kebutuhan darurat seperti alat berat belum juga ada tanda - tanda bantuan dari pemerintah lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sehingga warga melakukan aksi menutup jalan atau memblokir jalan lintas Kutacane - Belang Kejeren selama satu jam,  Minggu 14 April 2019.

Aksi tutup jalan yang dilakukan mayoritas kaum ibu- ibu ini yang berjumlah sekitar 40 orang, mereka merasa kecewa dengan lambannya bantuan pemerintah, padahal dalam aturan tanggap darurat 1 X 24 jam, bantuan masa panik harus disalurkan.

Puluhan pihak keamanan yang terdiri dari unsur Polisi dan TNI  terlihat tidak mampu menahan aksi warga, akibatnya sejumlah kendaraan dari Gayo Lues dan dari Kutacane terpaksa tertahan dan sebahagian mengalihkan kejalan alternatif melalui bukit mbarung Kecamatan Darul Hasanah.

Setelah melakukan aksi selama satu jam, warga akhirnya membuka blokir jalan setelah  sejumlah alat berat berupa escavator dan Doser tiba di lokasi.

Kepala Desa Natam, Sayendra kepada KBA.ONE menyatakan, kasus ini telah di sampaikan melalui surat kepada BPBD Aceh Tenggara sebelum banjir bandang kembali terulang, tapi belum ada tanggapan, tanpa di duga hujan deras sepanjang sabtu malam, banjir bandang kembali melanda desa ini  hingga menutup badan jalan .

" Kami hanya meminta pihak terkait untuk menurunkan alat berat dan mengeruk aliran sungai, pasalnya kondisi aliran sungai saat ini sudah rata dengan jembatan, ketika debit air sungai naik pemukiman warga jadi terancam", sebut Sayendra berharap.

Dengan kondisi ini, kata Sayendra , warga selalu merasa terancam dan was-was ketika hujan deras di karenakan luapan air sungai ini menyebar ke pemukiman warga.

Kepala pelaksana BPBD Aceh Tengggara, Ramisi, kepada KBA.ONE  Minggu 14 April 2019 menyebutkan, pengerukan pada badan jalan dan sungai di Desa Natam bukan merupakan tanghung jawab BPBD Agara, namun perbaikan jalan dan sungai di lokasi ini merupakan tanggung jawab pihak Balai sungai dan jalan.

" Saat ini tiga unit alat berat sedang bekerja di lokasi ini dan semuanya milik balai, sementara alat berat milik BPBD sedang bekerja di Desa Kuta Lisung Kecamatan Lawe Sumur untuk menutup tanggul yang jebol yang terjadi pada sabtu malam 23 April 2019", sebut Ramisin.

Sebelumnya, banjir badang di Desa Natam Baru dan Desa Natam ini merupakan ke empat kalinya sejak bulan Desember 2018 lalu, namun upaya pengerukan material di tengah aliran sungai belum mampu mengembalikan kondisi sungai tersebut seperti semula, ujar Ramisi. (Bulkaini)

Komentar

Loading...