Batik Memiliki Makna Historis Bagi Orang Afrika Selatan

Batik Memiliki Makna Historis Bagi Orang Afrika Selatan
Nelson Mandela mengenakan batik

KBA.ONE, Afrika Selatan - Batik Indonesia menjadi primadona dalam acara Diplomatic Fun Fair 2018 diadakan Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan. Acara digelar di Ditsong Pioneer Museum, Pretoria, Afrika Selatan, Sabtu, 8 Desember 2018.

Duta Besar Indonesia untuk Afrika Selatan mencakup Republik Botswana, Kerajaan Swaziland dan Kerajaan Lesotho, Salman Al-Faris mengatakan, bagi masyarakat Afrika Selatan, batik memiliki kesan dan makna historis yang sangat mendalam. Dikatakannya, batik dikenal oleh masyarakat Afrika Selatan dengan sebutan Madiba Shirt atau kemeja madiba. Madiba merupakan panggilan akrab tokoh pejuang Apartheid, Nelson Mandela yang kerap mengenakan batik di berbagai kegiatan sehingga membuat batik semakin terkenal dan mendunia, khususnya di Afrika Selatan.

Madiba Shirt asal usulnya dari kain batik asal Indonesia. Awalnya, sejak terpilih menjadi presiden pada 1994, Mandela memilih gaya pakaian tersendiri. Saat itu mayoritas politisi di Afrika Selatan memakai setelan jas berwarna abu-abu. Mandela malah memilih kemeja batik Indonesia berwarna cerah dan terang.

Sejak itulah kemeja batik menjadi ciri khas penampilan Mandela yang kemudian dikenal dengan "Kemeja Madiba". Madiba nama marga kehormatan dari Suku Xhosa, merujuk kepada seorang kepala Thembu yang memerintah di Transkei pada abad ke 18.

Perkenalan pertama Mandela dengan batik terjadi pada 1990, beberapa bulan setelah ia dibebaskan dari penjara Pulau Roben. Indonesia termasuk salah satu negara pertama yang dikunjungi Mandela sebagai presiden Kongres Nasional Afrika (ANC).

Pada akhir Oktober 1990 salah satu negara yang dikunjungi Mandela dalam lawatan pertama ke luar negeri, adalah Indonesia. Saat itu, pemerintah memberikan baju batik sebagai hadiah. Sejak saat itu presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan tersebut kerap memakai batik.

***

Adapun Diplomatic Fun Fair 2018 merupakan ajang untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat umum mengenai dunia diplomasi dan sebagai sarana bagi perwakilan untuk mempromosikan negara melalui budaya dan kuliner. Lebih dari 200 orang pengunjung yang terdiri dari komunitas diplomatik, pengusaha, dan masyarakat umum di Pretoria, Afrika Selatan menyerbu stand Indonesia untuk berburu batik dan makanan tradisional Indonesia.

Selain itu, di stand Indonesia, pengunjung juga dapat merasakan cita rasa kopi asli Indonesia yang disajikan oleh Kantor ITPC Johannesburg. Selain batik, makanan Indonesia juga diminati pengunjung pameran tersebut. Sate ayam, mi goreng dan nasi goreng merupakan makanan Indonesia yang paling digemari pengunjung.

Pengunjung juga diperkenalkan dengan kue-kue tradisional Indonesia, seperti Klepon dan Onde-onde. Banyak pengunjung yang mengatakan bahwa makanan Indonesia sangat lezat dan tertarik untuk mengunjungi Indonesia untuk mencoba lebih banyak makanan tradisional Indonesia yang beragam.

Diplomatic Fun Fair rutin diselenggarakan setiap tahunnya oleh Kemlu Afsel. Tahun ini, acara dihadiri sekitar 2.000 pengunjung dan terdapat 15 perwakilan negara-negara asing yang turut berpartisipasi dalam acara tersebut, seperti Benin, Botswana, RRT, Kongo, Ghana, Indonesia, Jepang, Mali, Mauritius, Palestina, Portugal, Somalia, Sri Lanka, Tanzania, dan Thailand.  Tema yang diangkat adalah Honouring Madiba A global champion of human rights, peace and reconciliation untuk memperingati 100 tahun tokoh pejuang Afrika Selatan, Nelson Mandela.

Komentar

Loading...