Beaguru, Apresiasi untuk Guru Gaza dari Indonesia

Beaguru, Apresiasi untuk Guru Gaza dari Indonesia
Seorang guru saat mengajar anak-anak Gaza | Foto: ACTNews

KBA.ONE, Gaza – Februari ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali menyalurkan beaguru bagi ratusan guru tahfiz di Gaza. Istimewanya, di antara para guru yang mendapat beaguru adalah mereka yang juga mengajar para  siswa difabel belajar membaca Alquran.  

Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Respone (GHR) – ACT melaporkan, apresiasi itu diberikan kepada 500 guru di Gaza. “Penerima manfaat ini adalah hafiz Alquran yang juga sedang membimbing anak-anak Gaza menghafal Alquran. Sejumlah guru merupakan mahasiswa yang sedang menyeselesaikan studinya,” papar Faradiba.

Di Gaza, kelompok-kelompok pembelajaran Alquran terbilang banyak. Sekolah nonformal juga menjadi andalan. Hal itu mengingat pendidikan di Gaza tidak lagi normal seiring meningkatnya konflik di wilayah itu.

Hal itu sejalan dengan pemaparan Ustaz Muhammad Husein, ustaz asal Indonesia yang kini menetap di Gaza. Ia menyampaikan pandangannya terkait pendidikan di Gaza. Mahasiswa Indonesia yang kini tengah menempuh pendidikan pascasarjana di Gaza itu mengunjungi kantor ACT di Jakarta Selasa 19 Februari 2019.

Anak-anak penduduk Gaza | Foto: ACTNews

Ustaz Muhammad Husein menjelaskan, kendala pendidikan di Gaza bukan terletak pada bidang eknomi, melainkan lingkungan yang tidak kondusif di ranah pendidikan.

“Sekolah di Gaza itu gratis. Kendalanya bukan di biaya, tapi di transportasi dan perlengkapan sekolah. Hal itu yang menyebabkan mereka tidak fokus belajar. Bicara pendidikan di Gaza bukan hanya lingkungan sekolah, tetapi juga lingkungan rumah. Mungkin saja mereka datang dengan perut lapar?” paparnya.

Belum lagi di masa-masa ekskalasi konflik, pendidikan di Gaza lumpuh total. Selain alasan keselamatan, bangunan sekolah juga kerap kali dijadikan tempat-tempat pengungsian. Sebab itu, Ustaz Muhammad Husein menyayangkan realita yang ada. Menurutnya, anak-anak Gaza memiliki kecerdasan yang sangat baik. “Standar pendidikan di Gaza begitu tinggi, para pelajarnya cerdas-cerdas. Ketika mereka pindah ke daerah lain, mereka pasti juara,” ujarnya.

Selain pemerintah, PBB juga membuka sekolah formal di Gaza. Banyak pelajar yang juga melanjutkan pendidikan ke universitas. Sayangnya, konflik membuat hampir segala sesuatu di Gaza tidak lagi kondusif, termasuk lapangan pekerjaan bagi para pelajar yang telah selesai menempuh pendidikan.

Komentar

Loading...