Beragam Kecurangan Terjadi pada Perekrutan Pegawai Honorer di Aceh Tenggara - Daerah - Kantor Berita Aceh (KBA)

Beragam Kecurangan Terjadi pada Perekrutan Pegawai Honorer di Aceh Tenggara

Beragam Kecurangan Terjadi pada Perekrutan Pegawai Honorer di Aceh Tenggara
Ilustrasi: Rapid Respons.

BKN Aceh Tenggara mengatakan uang itu dikutip untuk membeli alat tes urine. Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

KBA.ONE, Aceh Tenggara - Ternyata tak sulit bagi seorang calon pegawai honorer untuk mendapatkan hasil tes urine yang bersih dari penyalahgunaan narkoba. Sumber KBA menyebut, hasil tes urine dengan mudah didapat tanpa harus mengikuti tes, sebagaimana keharusan.

Surat ini dipasok dari sebuah kedai penggandaan dokumen di Kutacane. Para peminat, entah mereka yang enggan berlama-lama mengantre atau mereka yang takut tak lolos tes, dengan mudah mendapat surat bebas narkoba dengan membayar seharga Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.

Nggak perlu repot-repot,” kata sumber tersebut, Kamis, 8 Februari 2018.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara tengah mencari kandidat untuk dipekerjakan sebagai tenaga honorer di kantor pemerintah.

Salah satu persyaratan bagi pelamar adalah harus melampirkan surat bebas dari penggunaan narkoba yang dikeluarkan oleh Badan Narkotika Kabupaten Aceh Tenggara.

Kondisi ini membuat peserta harus menjalani tes. Saking banyaknya, BKN Aceh Tenggara kehabisan alat tes. Situasi ini mengharuskan para peserta membeli alat tersebut di apotek. Namun kesempitan ini malah jadi kesempatan bagi sejumlah oknum pegawai.

Wakil Bupati Aceh Tenggara Bukhari secara tegas meminta kepada BNK untuk mengidentifikasi oknum berlaku curang. “Jika terbukti, harus ditindak tegas,” kata Bukhari.

Bukhari juga mengancam para kandidat yang curang. Termasuk mereka yang mencoba mendapatkan dokumen bebas narkoba abal-abal. Bukhari menyatakan hal itu adalah tindakan ilegal dan dapat dijerat dengan hukuman pidana pemalsuan.

Kepala harian BNK Aceh Tenggara M Ridwan membantah isu pungli yang dilakukan oleh stafnya. Soal pungutan Rp 60 ribu untuk tes, Ridwan mengatakan bahwa uang itu dipergunakan untuk membeli alat karena BKN kehabisan stok.

Namun Ridwan menyarankan peserta tes untuk membeli langsung alat itu di apotek. Hingga Kamis, 8 Februari 2018, tercatat 5.000 lebih calon peserta yang melakukan tes.

Komentar

Loading...