Berkeliaran Saat Jam Kerja, PNS Terjaring Razia Pol PP

Berkeliaran Saat Jam Kerja, PNS Terjaring Razia Pol PP
Petugas Satpol PP dan WH Aceh memeriksa identitas pegawai saat razia, Senin 12 Maret 2018. Foto: Kba/Fatma

KBA.ONE, Banda Aceh - Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Provinsi Aceh merazia pegawai negeri sipil dan pelajar yang berkeliaran saat jam kerja maupun sekolah, Senin 12 Maret 2018. Hasilnya, petugas menyita delapan kartu identitas pegawai yang kedapatan berkeliaran saat jam kerja.

Razia dimulai sekira pukul 11.00 WIB. Petugas menggunakan tiga unit kendaraan roda empat bergerak dari Kantor Satpol PP dan WH di kawasan Jambo Tape menuju Batoh dan Lambaro. Sepanjang perjalanan, petugas Satpol PP dan WH singgah ke sejumlah warung kopi yang kerap dijadikan lokasi mangkal oleh PNS saat jam kerja.

Petugas juga memeriksa sejumlah pelajar yang kedapatan berada di luar sekolah saat jam pelajar berlangsung. PNS yang terjaring razia tampak menyampaikan berbagai alasan berada di luar kantor saat ditanya petugas.

Selain menjemput anak pulang sekolah, mereka mengaku berada diluar karena keperluan kantor. Beberapa diantarannya mengaku mengalami bocor ban sehingga masih berada di luar kantor.

Kepala seksi Penyuluhan dan Pembinaan Satpol PP dan WH Aceh Sauqas Rahmatillah mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sosialisasi kepada PNS yang masih membandel. Razia kata Sauqas digelar karena banyaknya laporan masyarakat terkait PNS yang berada di warung kopi saat jam kerja, serta pelajar yang berada diluar sekolah saat jam belajar.

"Penerbitan karena banyaknya laporan masyarakat. Mereka (PNS) sebagai abdi negara harusnya melaksanakan tugas apalagi saat jam kantor. Begitu juga pelajar harusnya berada dalam pengawasan sekolah saat jam pelajaran," kata Sauqas disela razia.

Menurut Sauqas, mereka yang terjaring razia akan di data dan dicabut identitasnya untuk sementara. Identitas tersebut akan diserahkan ke instansi tempat pns yang terjaring dan diambil oleh pegawai bersangkutan.

"Tadi mereka yang terjaring di cabut dan kita data identitasnya. Kita beri waktu sampai besok untuk mengambil kembali identitasnya dan sanksi diberikan oleh instansi masing-masing. Tadi ada 8 PNS yang terjaring dari berbagai kantor dan dinas," pungkas Sauqas.

Komentar

Loading...