BNN Gagalkan Penyelundupan 40 Kilogram Sabu-Sabu dari Penang

BNN Gagalkan Penyelundupan 40 Kilogram Sabu-Sabu dari Penang
Para petinggi BNN dan mempertontonkan barang bukti sabu-sabu yang diselundupkan dari Penang, Malaysia. Foto: KBA/Erwan.

Mereka dikendalikan oleh Dek Bat yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

KBA.ONE, Aceh Tamiang - Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan penyelundupan sabu-sabu dari Malaysia ke Aceh. Jaringan pengedar narkotika antarnegara ini berusaha memasukkan 40,2 kilogram sabu-sabu ke Aceh melalui jalur laut.

“Dalam kasus ini diamankan empat orang tersangka bersama barang bukti 40 bungkus dengan berat total 40,230 gram yang berasal dari Pulau Pinang, Malaysia," kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, di Kantor Badan Narkotika Aceh Tamiang, Jumat, 12 Januari 2018.

Menurut Arman, penangkapan ini berawal dari informasi tentang penyelundupan sabu-sabu melalui Idi Rayeuk, Aceh Timur. 10 Januari lalu, tim menyelidiki dan seseorang berinisial HR menggunakan sepeda motor warna hitam dengan nomor polisi BL 3596 ZQ yang diduga menerima barang tersebut.

Sekitar pukul 5.45 WIB tersangka diamankan di depan perkarangan rumahnya di Dusun Petua Mae Kampung Bagok Panah Peut, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur dan tersangka membawa 19 bungkus yang berada di dalam karung.

Hasil dari pengembangan, sambung Arman, tim menangkap tersangka AM, JN dan SN di rumahnya masing-masing. Ketiga tersangka ini mempunyai peran yang beda. AM dan JN berperan sebagai penjemput sabu-sabu di laut dan SN berperan sebagai tukang pindah barang yang dibawa JN dalam melakukan transaksi antara HR dan AM.

“Pengakuan AM, sebelumnya mengambil 39 bungkus di perairan Selat Malaka bersama JN. Atas perintah AM, JN menyimpan 10 bungkus di dalam kapal yang sedang diperbaiki dan 10 bungkus ditanam dekat kadang ayam milik SN,” kata Arman.

Arman mengatakan mereka dikendalikan oleh Dek Bat yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Para tersangka terjerat pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka diancam dengan hukuman maksimal mati.

Kontributor Erwan

Komentar

Loading...