BNN Tembak Mati Burhan, Anggota Jaringan Narkoba Internasional

BNN Tembak Mati Burhan, Anggota Jaringan Narkoba Internasional
Barang bukti ganja seberat 38 kilogram |Foto: Istimewa

KBA.ONE, Banda Aceh - Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat menembak mati Burhanuddin, anggota jaringan narkoba internasional Malaysia-Aceh.

Penangkapan DPO Burhanuddin ini merupakan hasil pengembangan kasus Ibrahim dkk alias Hongkong, salah seorang Anggota DPRD Langkat, Sumatera Utara, dengan barang bukti Narkotika golongan I jenis sabu seberat 75 kg bruto.

Penangkapan dilakukan Rabu 7 November 2018, sekitar pukul 08.00 WIB. Saat penangkapan, Burhanudin alias Burhan, 57 tahun, warga Gampong Palong, Kelurahan Palong, Kecamatan Glumpang Baro, Pidie, sedang melakukan aktivitas di sebuah rumah bedeng, di ladang Gampong Pintu Khop Seulimum, Aceh Besar, Aceh.

"Itu merupakan tempat tinggalnya,” kata Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, MH melalui Kabid Pemberantasan BNNP Aceh Amanto, SH, MB, Kamis 8 November 2018.

Kemudian, kata Amanto, petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkenalkan diri dan melakukan penangkapan DPO atas nama Burhanudin. Namun Burhan berusaha melarikan diri ke areal perkebunan di samping bedeng tempat tinggalnya.

Petugas BNN langsung memburu DPO Burhan yang lari, sembari mengimbau untuk berhenti di tempat. Tapi Burhan tidak menghiraukannya. Lalu, petugas BNN memberikan tembakan peringatan ke atas sebanyak tiga kali.

Burhan tetap berusaha melarikan diri, sehingga petugas BNN terpaksa melepas tembakan terarah dan terukur terhadap Burhan. Peluru mengenai bagian tubuh dan perutnya, hingga ia meninggal dunia di tempat.

Kemudian tim BNN menggeledah rumah bedeng milik Burhan disaksikan seorang wanita, 27 tahun, yang diduga istri Burhan. Hasilnya ditemukan beberapa barang bukti non narkotika milik Burhan. Sementara barang bukti Narkotika tidak diketemukan.

Setelah ditembak mati jenazah Burhan langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi.

Sementara tiga orang tersangka hasil pengembangan dari Burhan pun ikut ditangkap Tim Gabungan BNN Pusat, BNN Aceh, TNI AL, dan Bea Cukai pada Rabu 7 November 2018 sekira pukul 16.30 Wib di Jalan Prof. A Majid Ibrahim Langsa.

Tindak Pidana Narkotika Jaringan Malaysia - Aceh melibatkan Burhan dkk. Modusnya dengan cara menerima dan menyimpan Narkotika yang diduga dari Munsilin Alias Apali, Muhammad Fauzi dkk dari Pulau Penang Malaysia atas perintah Burhan.

Kemudian, tim sekira pukul 22.00 Wib melakukan pencarian di kawasan Pertanian Sawit Simpang Wie Langsa Timur, tetapi tidak menemukan Narkotika yang diduga disembunyikan tersangka Saiful Nurdin alias Pun.

Pengembangan dan penangkapan juga dilakukan terhadap Muhammad Fauzi sekira pukul 05.00 WIB, Kamis 08 November 2018, di rumahnya, Dusun Tualang Mesjid Desa Tualang, Peureulak, Aceh Timur.

Pada hari yang sama tim gabungan melanjutkan pencarian dan penyisiran kawasan Pertanian Sawit Simpang Wie Langsa Timur sekira pukul 08.00 Wib. Hasilnya ditemukan dua karung putih yang berisi Narkotika jenis ganja seberat 38 kilogram. ***

Komentar

Loading...