BPKS Siap Pinjamkan Gedung untuk Plaza Parfum Impor

BPKS Siap Pinjamkan Gedung untuk Plaza Parfum Impor
Razuardi Ibrahim. | Foto: joe-strada.blogspot.com

KBA.ONE, Banda Aceh – Plt. Kepala BPKS Sabang, Razuardi Ibrahim, menyambut positif ide salah seorang pengusaha Aceh, Makmur Budiman, tentang pembangunan plaza parfum di Sabang, yang disebutnya bisa sebagai ‘ikon’ produk oleh-oleh dari Pulau Weh tersebut.

"Sebagai produk ikon Sabang menurut saya ide itu cukup cemerlang. Parfum sangat ideal menjadi ikon produk ikon oleh-oleh bagi wisatawan yang datang ke Sabang. Tujuannya agar ada kebanggaan bagi wisatawan yang datang ke Sabang," kata Razuardi dalam diskusi santai di Banda Aceh, Jumat malam, 1 Maret 2019.

Razuardi bahkan mengatakan siap menyediakan bangunan (gedung) untuk mendukung gagasan tersebut. “Ide-ide seperti ini yang kita harapkan. Sektor swasta saya kira cukup mampu mewujudkannya. BPKS akan mendukung,” ujarnya.

Razuardi menyebutkan, BPKS memiliki bangunan (gedung) yang cukup luas, dan sekarang masih kosong atau belum difungisikan. Gedung itu, katanya, bisa digunakan sebagai pusat penjualan parfum atau plaza parfum eks luar negeri.

"BPKS punya gedung yang bisa dipakai. Silahkan datang ke kita, nanti kita fasilitasi, bila benar ada investor yang ingin membuka plaza parfum," lanjut alumni Fakultas Teknik Unsyiah ini.

Plt. Kepala BPKS (Badan Pengusahaan Kawasan Sabang) ini menantang pengusaha yang ingin berinvestasi membuka plaza parfum impor di Sabang, untuk segera merealisasikan ide tersebut. Kata Razuardi, akan lebih bagus bila ide itu bisa direalisasikan secepatnya.

Mantan Kepala Bappeda Bireuen dan Sekda Aceh Tamiang ini mengatakan bila nanti pusat penjualan parfum berdiri, maka sebaiknya pengusaha menggandeng para pengrajin di Sabang atau Aceh daratan.

Razuardi optimis kemasan atau tas parfum bisa diaplikasikan dari barang kerajinan anyaman yang diproduksi pelaku IKM (industri kecil dan menengah). "Ada banyak produk-produk IKM nantinya yang bisa dipajang di situ, atau menjadi bagian dari kemasan parfum."

Selain itu, barang kerajinan seperti tas tangan, dompet, pakaian bermotip etnik dan beragam jenis produk kerajinan lainnya juga bisa dititip jual di pusat penjualan parfum tersebut.

Hal itu, kata Razuardi, sesuai dengan semangat Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, yang ingin mendorong pertumbuhan sektor IKM dan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) di Aceh, dengan membantu menyediakan akses pasar.

"Maka nanti dengan sendirinya akan terjadi perputaran ekonomi yang menguntungkan Aceh, khususnya di Sabang," kata Razuardi mengakhiri obrolannya. ***

Komentar

Loading...