Bupati Raidin Larang Warga Jual Ternak ke Tanah Karo dan Gayo Lues

Bupati Raidin Larang Warga Jual Ternak ke Tanah Karo dan Gayo Lues
Raidin Pinim, Bupati Aceh Tenggara, menyerahkan sapi kepada penerima bantuan. Foto: KBA/Bulkainisah.

Bantuan ternak rutin diserahkan pemerintah sejak 2008. Namun harga daging sapi di daerah ini mencapai Rp 140 ribu.

KBA.ONE, Aceh Tenggara - Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim melarang warga menjual hasil ternak sapi dan kerbau di daerahnya ke Tanah Karo, Sumatera Utara, dan Gayo Lues, dua kabupaten yang berbatasan langsung dengan Aceh Tenggara. Menurut Raidin, daging ternak di daerah ini harus mampu mencukupi kebutuhan daerah.

“Sudah selayaknya kebutuhan di daerah yang didahulukan, baru kemudian kelebihannya dijual ke luar,” kata Raidin kepada KBA, Jumat, 1 Desember 2017.

Saat menyerahkan 800 ekor ternak kepada 40 kelompok penerima bantuan tersebar di seluruh Aceh Tenggara, Raidin menegaskan hal sama. Menurut Raidin, 400 ekor sapi betina bali dan 400 ekor kambing itu adalah bantuan Pemerintah Aceh untuk menjadikan Aceh Tenggara sebagai daerah swasembada daging pada 2018. Jadi, ternak-ternak itu harus tetap berada di Aceh Tenggara.

Untuk memastikan tak ada ternak yang dibawa ke luar, pemerintah kabupaten menyurati kepolisian dan TNI yang berada di pos perbatasan Aceh Tenggara-Gayo Lues dan Aceh Tenggara-Tanah Karo untuk memeriksa seluruh ternak yang ke luar dari daerah itu. 

Dalam kesempatan itu, Raidin mengaku heran dengan klaim kekurangan daging di Aceh Tenggara. Padahal, sejak 2008, Dinas Peternakan menyalurkan bantuan sapi dan kambing. Namun ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan harga daging di daerah ini mencapai Rp 140 ribu per kilogram.

“Pengawasan dan kesadaran masyarakat penerima bantuan sangat kurang. Akhirnya, bantuan-bantuan ini dijual ke luar daerah,” kata Raidin.

Untuk menghindari penyelewengan, serta memudahkan pengawasan, tahun ini pemerintah kabupaten menyerahkan bantuan kepada kelompok-kelompok penerima. Ketua kelompok, kata Raidin, harus bertanggung jawab terhadap anggotanya jika ternak mereka dijual kepada pihak lain atau bahkan dijual ke luar daerah.

Raidin juga berjanji akan memberikan hadiah uang sebesar RP 5 juta kepada peternak pertama yang mampu mengembangkan ternak bantuan yang diterimanya.

Sebelumnya, Irwandi Desky, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tenggara, meminta Raidin mempertimbangkan kembali mekanisme penyaluran sapi bantuan tersebut. Menurut dia, para penerima bantuan, meski tidak berkelompok, telah melalui proses verifikasi.

“Jika masih ada keraguan tentang legalitas berkas tersebut, sebaiknya kita lakukan pemeriksaan ulang, bukan dengan mengubah proposal yang sudah disetujui,” kata Irwandi.

Menurut Irwandi, Bupati Aceh Tenggara harus mempertimbangkan konsekuensi penyaluran sapi kepada kelompok. Jika tidak dikelola dengan baik, kata Irwandi, akan muncul kecemburuan antaranggota kelompok tentang siapa yang akan memelihara ternak

Kontributor Aceh Tenggara Bulkainisah

Komentar

Loading...