Cairkan Bea Siswa, Murid SD Pemegang KIP Antri Berjam-jam

Cairkan Bea Siswa, Murid SD Pemegang KIP Antri Berjam-jam
Murid SD pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Singkil, mengantri di BRI Unit Pulo Sarok, Rabu 11 Juli 2018. Photo Tarmizi Ripan

KBA.ONE, Singkil - Ratusan murid sekolah dasar pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) menyesaki Gedung Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Singkil, Rabu, 11 Juli 2018. Mereka rela mengantri untuk mendapat giliran mencairkan bantuan bea siswa bagi murid berpretasi dan miskin di Kabupaten Aceh Singkil

Mereka datang ke Kantor BRI di Jalan Pelabuhan Pulo Sarok dengan didampingi orang tua masing-masing. Ramainya murid dari berbagai sekolah dasar yang berniat melakukan pencairan, membuat antrian mengular hingga keluar kantor bank pemerintah itu.

"Meski di buku tabungan atas nama anak, tapi karena usianya jadi saya memilih ikut mendamping. Tadi sudah sejak pulang sekolah," kata Burhan, orang tua salah satu murid pemegang KIP yang ikut mengantri.

Pemerinta menganggarkan dana sebesar Rp10 triliun dalam program Kartu Indonesia Pintar. Masing-masing siswa menerima dana bantuan pendidikan KIP dengan jumlah yang berbeda sesuai tingkatan pendidikan. Siswa Sekolah Dasar (SD) menerima bantuan KIP sekitar Rp450 ribu per tahun, siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) menerima bantuan sekitar Rp750 ribu per tahun, dan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menerima bantuan sekitar Rp1 juta per tahun.

KIP merupakan implementasi dari Program Indonesia Pintar (PIP) yang menjadi program prioritas pemerintah dalam bidang pendidikan. Dengan PIP jangkauan layanan pendidikan terutama terhadap anak usia 6 hingga 21 tahun yang belum memperoleh akses pendidikan layak diharapkan semakin meluas. Kontributor Singkil; Tarmizi Ripan

 

Komentar

Loading...