Cara BNNK Mengubah Lahan Pekarangan Menjadi "Kebun" Jahe Merah

Cara BNNK Mengubah Lahan Pekarangan Menjadi "Kebun" Jahe Merah
Jahe merah di pekarangan belakang rumah warga di Lambhuk, Banda Aceh. | KBA.ONE: Fatma

KBA.ONE, Banda Aceh -Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banda Aceh mengembangkan program budidaya jahe merah  di pekarangan rumah sebagai pengganti tanaman-tanaman dilarang seperti ganja menjadi tanaman yang produktif yang dapat meningkatkan perekonomian warga kota.

Provinsi Aceh satu-satunya dari BNN Pusat yang mempunyai program Alternative Development, sedangkan Banda Aceh salah satu kotamadya yang memiliki BNNK. "Banyak kota-kota besar lainnya yang belum memiliki BNNK. Ini satu kebanggaan," kata Brigjen Pol Faisal Abdul Naser, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh kepada KBA.ONE di Kantor BNNK Banda Aceh, Selasa 8 Januari 2019.

Kata Faisal, alternatif untuk mengubah kebiasaan masyarakat menanam tanaman dilarang menjadi tanaman  bermanfaat mendapat respon sangat positif karena Wali Kota Banda Aceh menfasilitasi lahan dan  masyarakatnya. "Kegiatan ini berlanjut karena ada proses programnya." 

Sulaiman menyiram bibit jahe merah di polybag pekarangan rumahnya. | Foto: Fatma

Kegiatan BNNK yang bekerja sama dengan PT. Bintang Toedjoe ini didukung program penyuluhan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) kepada masayarakat Aceh agar budidaya jahe merah itu berjalan baik dan mendapatkan hasil panen yang memuaskan.

“Ini juga  kebanggan karena kita bisa menarik perusahaan dari luar Aceh untuk memperhatikan budidaya dan penanaman jahe merah yang ada di Kotamadya Banda Aceh,” ungkapnya.

“Semoga  adanya BNNK ini dapat mewujudkan kerja yang baik, masyarakat yang baik, dan menciptakan Kota Banda Aceh  sebagai Kota gemilang yang bebas dari narkoba,” tutup Kepala BNNP Aceh.

Kepala BNN Kota Banda Aceh Hasnanda Putra mengatakan budidaya jahe merah ini akan menjadi pilot project program alternatif development untuk masyarakat perkotaan di Indonesia yang merupakan tindak lanjut MoU BNN RI pemberdayaan alternatif perkotaan dengan Bintang Toedjoe.

Kata Hasnanda, BNN tidak hanya menyergap, merehab atau mencegah, tapi  juga memberdayakan. Upaya ini sejalan dengan komitmen Wali Kota menjadikan Banda Aceh bersih dari narkoba sekaligus menjadikan potensi tanaman produktif yang dapat meningkatkan ekonomi warga kota. 

Kepala BNNK Hasnanda Putra (kiri) dan Kepala BNNP Aceh Faisal Abdul Naser (kanan). | Foto: Fatma.

Sulaiman, warga Dusun Chik Di Balee, Gampong Lambhuk,  Ulee Kareng, Banda Aceh, adalah salah seorang di antara kelompok-kelompok petani yang membudidayakan jahe merah dan memanfaatkan lahan kosong rumahnya  di perkotaan.

Alasan Sulaiman memilih jahe merah karena ia melihat prospek jahe merah ke depan lebih menjanjikan dari pada jahe biasa karena jahe merah digunakan untuk pengobatan tradisional atau ke farmasi dan sangat dikenal dibandingan  jahe biasa yang hanya digunakan untuk bahan dapur.

“Budidaya ini sangat bermanfaat bagi kami  di perkotaan yang ingin berkebun tapi hanya memiliki lahan  sempit. Jadi, bisa untuk menambah penghasilan juga,” ujarnya.

Menurut Sulaiman, dengan adanya penyuluhan seperti ini masyarakat jadi tau manfaat dari jahe merah itu untuk apa "Dan juga dapat  menguntungkan dari segi ekonomi,” jelasnya.

Bibit yang diberikan juga berkualitas dan langsung dari PT. Bintang Toedjoe. Bagi satu kelompok difasilitasi bibit sebanyak 4 kilo, polybag 150, pupuk cair, dan vitamin perangsang tumbuh bibit.

Setelah budidaya jahe merah ini dipanen, hasilnya akan ditampung langsung oleh PT. Bintang Toedjoe. Jadi kelompok-kelompok budidaya jahe merah yang telah berjalan ini tidak perlu memikirkan lagi pemasarannya harus kemana. 

Jahe merah tersebut baru bisa dipanen setelah lebih kurang sembilan bulan. “Seperti disampaikan  penyuluh dari IPB kepada kami, per polybag dapat menghasilkan satu sampai dua kilo jahe merah yang dapat dipanen. Jahe merah tersebut ditampung dengan harga 70 ribu per kilonya oleh PT. Bintang Toedjoe,” tutupnya. ***

Komentar

Loading...