Cara Menggali Produk Turunan Nilam Aceh Jaya

Cara Menggali Produk Turunan Nilam Aceh Jaya
Minyak nilam. | Foto: putratani.com

Aceh Jaya memiliki sejarah panjang dalam produksi minyak nilam. Kawasan Lamno, Sampoiniet, Lhokruet, Panga, dan Teunom merupakan wilayah penghasil nilam sejak puluhan tahun lalu.

KBA.ONE, Aceh Jaya – Di pasar dunia, sekitar 90 persen produksi minyak atsiri nilam berada di Indonesia. Sayangnya, justru negara tetangga Singapura paling menikmati itu. Ini karena Singapura menjual dan mengolah minyak nilam menjadi industri kosmetik, parfum dan farmasi.

Menyikapi fenomena bisnis minyak nilam yang menjanjikan itu, Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Bimbingan Teknis Hilirisasi Minyak Nilam di Kabupaten Aceh Jaya, di Hotel Pantai Barat, Senin 20 Oktober 2018.

Kementerian Perindusrian melihat para industri kecil menengah minyak nilam di Aceh Jaya khususnya, perlu dibekali keterampilan untuk mengolah minyak nilam menjadi produk turunan.

"Karena secara ekonomis mempunyai nilai tambah lebih tinggi, sehingga diharapkan gairah industri minyak nilam di Kabupaten Aceh Jaya semakin meningkat," kata Jenih, MM, Kasubdit IKM, Kimia dan Bahan Bangunan, Sandang, Aneka dan Kerajinan Direktorat Jenderal IKM Kementerian Perindustrian RI, kepada KBA.ONE, Senin 23 Oktober 2018. 

Bimtek Minyak Atsiri di Aceh Jaya. | Foto: Dafy.

Jenih menjelaskan minyak nilam mempunyai prospek yang baik. Karena dibutuhkan secara kontinyu dalam industri kosmetik, parfum, dan sabun. Ini kesempatan besar bagi IKM untuk mengembangkan produk turunan dari minyak nilam.

Mengingat  potensi Indonesia memiliki pasar domestik yang luas bagi pengembangan industri kosmetik, dia berharap peserta Bimtek kelak dapat mengubah pola pikir sehingga dapat mengimplementasikan pengetahuan dalam meningkatkan bisnisnya.

Selain itu, ujar Jenih, pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi atas perfoma IKM yang sudah mengikuti kegiatan ini. Sehingga bila ada kendala teknis dapat mencari solusi bersama demi pengembangan IKM berbasis minyak nilam di Kabupaten Aceh Jaya.

Potensi Nilam Aceh Jaya

Pada 25 Agustus 2017, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya pernah menjalin kerjasama dengan Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala. Kerjasama ini juga melibatkan Pemerintah Aceh. Tujuan kerjasama ini untuk mengembangkan potensi minyak nilam di Aceh Jaya dan meningkatkan perekonomian masyarakat di sektor pertanian. 

Tanaman nilam. | Foto: blognilam.

Di tahun itu, ada 90 hektar luas lahan tanaman nilam di Aceh Jaya. Petani nilam mencapai  611 kepala keluarga dengan jumlah produktifitas mencapai 224 kilogram per hektar atau sekitar 76 ton minyak nilam Aceh Jaya. Sedangkan lahan tersisa yang bisa digarap sekitar 211 hektar (data 2017).

Aceh Jaya memiliki sejarah panjang dalam produksi minyak nilam. Kawasan Lamno, Sampoiniet, Lhokruet, Panga dan Teunom merupakan wilayah penghasil nilam sejak puluhan tahun lalu. Selain memiliki sejarah panjang tentang nilam, Aceh Jaya juga mudah dijangkau dan posisinya sangat strategis. ***

Komentar

Loading...