Cerita Pedagang Cincau dan Bulan Ramadhan

Cerita Pedagang Cincau dan Bulan Ramadhan
Minuman yang dicampur cincau. | Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh-Cincau atau camcau adalah salah satu bahan minuman terbuat dari saripati daun-daunan khusus. Tekstur cincau mirip dengan agar-agar, berwarna hijau hingga kehitaman dengan efek transparan dan rasanya tawar.

Setidaknya ada 4 jenis daun tumbuhan yang digunakan untuk membuat cincau. Tapi di Indonesia, yang populer ada 2, yaitu tanaman Janggelan dari genus Mesona yang menghasilkan cincau hitam dan tanaman Cylea barbata yang menghasilkan cincau hijau. 

Di Aceh, setiap bulan Ramadan tiba, makanan khas berbuka puasa pasti bermunculan dan ramai dijual oleh para pedagang, salah satu yang paling digemari adalah cincau. Tapi, dari kebanyakan  pedagang tersebut, mereka adalah pedagang musiman yang hanya berjualan di saat bulan puasa saja.

Salah seorang pedagang cincau di daerah Lambaro, Aceh Besar, misalnya. Ditemui KBA.ONE, Kamis, 16 Mei 2019, dia mengaku hanya berjualan di bulan puasa saja.

Lapaknya yang berada persis di samping Masjid Lambaro, hanya berupa tenda sederhana dengan meja sebagai tempat menata barang dagangan.

Selama bulan puasa ini, sejak pagi hari, ia telah membuka lapak hanya untuk berjualan cincau. Salah satu menu khas Ramadhan yang banyak diminati sebagai campuran minuman.

Cincau olahan khas China ini  paling banyak diminati masyarakat Aceh. Tidak hanya di bulan Ramadhan tentunya, di hari-hari biasa cincau juga menjadi pelengkap minuman favorit.

Pedagang di Lambaro itu mengaku menyediakan 100 loyang cincau, olahan berwarna hitam, yang didapatnya dari pabrik cincau di Banda Aceh. Sebab, minat pembeli cincau selama Ramadhan ini cukup tinggi. 

Es campur cincau. | KBA.ONE: Teti.

"Orang Aceh, besar minatnya membeli cincau untuk campuran minuman saat  berbuka," jawabnya.

Banyak minuman untuk berbuka puasa menggunakan campuran cincau, seperti es cendol, es teler dan es kopyor.

Yang paling sederhana dan dapat dibuat di rumah adalah es sirup cincau.

Pedagang itu mengaku. dari total cincau yang ia dagangkan, dalam sehari ia mampu menjual 50 sampai 70 loyang, dengan harga 1 loyangnya Rp25 ribu.

Tapi, konsumen juga dapat membeli dalam porsi kecil. "Satu loyang kalau dibagi tiga, kita jual Rp10 ribu per potongnya," jelasnya.

Selain menjual cincau, di sore hari pedagang wanita tersebut juga menjual aneka kue untuk berbuka puasa di lapak yang sama.

Sementara di kawasan Jalan T Nyak Arief, menu berbuka puasa  menggunakan cincau sebagai salah satu isi campurannya pun, ramai dijual.

Cincau yang siap dipasarkan. | KBA.ONE: Teti.

Azizah, seorang Mahasiswi, memanfaatkan datangnya bulan Ramadhan dengan menjadi pedagang menu berbuka. Ia bersama seorang temannya, menjual aneka es, seperti es cendol, es campur, dan es dawet.

Dalam sehari, Azizah mengaku memerlukan 1/4 loyang cincau untuk campuran es yang dijualnya.

"Pembeli selama 10 hari pertama Ramadhan ini termasuk tinggi dan ramai. Mungkin karena masih jadwal kuliah," terang Azizah.

Tradisi menjual cincau untuk minuman pelengkap berbuka puasa memang sudah berlangsung sejak lama. Sehingga tak heran jika kita berkeliling berburu menu berbuka di Banda Aceh dan Aceh Besar, es cincau masih menjadi primadona.| TETI SUNDARI, Banda Aceh. ***

Komentar

Loading...