Begini Cara Polisi Memburu Tersangka Pembunuh Danil

Begini Cara Polisi Memburu Tersangka Pembunuh Danil
Tersangka pembunuh Danil bersama penadah sudah di Polres Banda Aceh | Fatma

Tepat 28 hari, polisi menemukan pelaku pembunuhan Danil. Seperti apa lika-liku polisi mengungkap kasus tersebut?

KBA.ONE, Banda Aceh - Kamis malam, 11 Oktober 2018, Alimun Kost di Kuta Alam, Banda Aceh, mendadak jadi pusat kekagetan warga kota. Sesosok mayat ditemukan di sebuah kamar kost tersebut. Belakangan diketahui jenazah itu adalah Danil Juliansyah, 24 tahun, guru honorer SDN 53 Lueng Bata, Banda Aceh.

Pada leher Danil ditemukan luka bekas gorokan. Tulang lehernya nyaris putus. Tak hanya itu, di lengan kanannya terdapat luka bekas terseret. Posisi jenazah Danil terlentang. Polisi menduga, Danil sudah meninggal dunia dua hari sebelumnya.

Saat tim identifikasi yang di-backup Unit Inafis Polda Aceh menelisik tempat kejadian, di kamar kost ditemukan jejak kaki di antara lumuran darah, sebuah gelang yang putus samping ranjang, dan beberapa puntung rokok Dunhil merah. Benda terakhir mencurigakan karena menurut keluarganya, Danil bukanlah perokok.

Setelah divisum, jenazah Danil dipulangkan ke rumah duka di Desa Ateuk Jawoe, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, untuk dikebumikan pada Jumat, 12 oktober 2018.

Danil Juliansyah | Facebook

Besoknya, tim Satuan Reserse Kriminal Kejahatan dan Kekerasan atau Satreskrim Jatanras Polresta Banda Aceh mendapatkan informasi bahwa smartphone dan laptop Danil ada di Medan, Sumatera Utara. Sebelum dibunuh, Danil meninggalkan rumahnya dengan membawa ransel berisi laptop. Dia menaiki Honda Beat Hitam BL 5531 JJ.

Setelah mendapatkan informasi tersebut Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh menugaskan lima personelnya bergerak ke Medan. Sekitar pukul 23.00 WIB, tim menuju Medan.

Tiba di Medan keesokan harinya, tim menuju toko Kembar Ponsel di Jalan Sisimangaraja, Medan. Sebelumnya, ada informasi kalau smartphone dan laptop Danil telah dijual pelaku kepada penadah. Pelaku terdeteksi menginstall ulang smartphone dan laptop korban sebelum menjual kepada penadah. Install ulang itu dilakukan di Kembar Ponsel.

Di Kembar Ponsel, tim meminta izin pemilik toko membuka rekaman CCTV. Di video itulah, gerak-gerik dan tampang seseorang yang dicurigai terekam jelas. Menurut pemilik toko, orang tersebut mengaku bernama Lukman. Sedangkan Tim Jatanras saat itu belum mendapatkan gambaran jelas jika pelakunya adalah Suherman Karo Karo alias Beluk. Selain itu, siapa Lukman yang terlihat dalam CCTV juga belum jelas betul.

Setelah menganalisa rekaman CCTV, petugas mendeteksi ada tiga orang penadah. Lokasinya dilacak dan diketahui berada di kawasan Polonia Medan. Namun, kata seorang anggota tim, masuk ke lokasi tersebut tak mudah. "Istilahnya itu kampung neraka," ujarnya.

Namun, pada Senin, 15 Oktober 2018, tim memutuskan masuk. Mereka bergerak cepat dan senyap. Dua penadah ditangkap di sebuah rumah. Seorang lagi di dekat pom bensin. Tim harus keluar masuk hingga dua kali ke kawasan itu untuk menciduk penadah. Dari tangan ketiganya, disita smartphone Xiaomi dan laptop Danil.

Hingga di situ, pelaku pembunuhan Danil masih samar-samar. Siapa dan berasal dari mana Lukman tersebut juga masih menjadi misteri. Besoknya, Selasa, 16 Oktober 2018, tim memutuskan kembali ke Banda Aceh dengan membawa penadah dan barang bukti.

Di sisi lain, polisi didesak untuk menemukan pelaku pembunuh Danil secepatnya. Menurut Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto tim reserse terus bekerja untuk menguak misteri kematian Danil.

Dua tim Jatanras Polresta, kata Trisno, dikerahkan di dua titik berbeda untuk mengungkap kasus. Trisno saat itu masih enggan mengungkap pelaku. Namun, sumber KBA menduga pembunuh Danil adalah orang dekat korban. "Pembunuhnya tidak jauh dari lingkaran kehidupan almarhum. Dugaan saya, Danil dibunuh oleh teman atau orang yang kenal dengannya," ujar sumber itu, Rabu, 17 Oktober 2018.

Tersangka Beluk usai melakukan adegan reka ulang pembunuhan terhadap Danil | Fatma

Menuju Gayo Lues

Setelah 24 hari tanpa kepastian, jejak pelaku mulai terlihat samar-samar. Bermula saat seorang penadah ketika diperiksa mengatakan kalau Lukman pernah menyebut dirinya berasal dari Gayo Lues.

Informasi itu membuka babak baru penyelidikan. Pada Rabu, 31 oktober 2018, tim gabungan yang terdiri dari Satreskrim, Sat Intelkam Polresta Banda Aceh, dan Sat Intelkam Polda Aceh, berangkat ke Gayo Lues.

Pada Jumat sore, 2 November 2018, tim mendapatkan informasi sosok yang disebut Lukman berada di Terangon atau Terangun. Kawasan ini berada sekitar dua jam dari Blangkejeren, ibu kota Gayo Lues.

Namun, ketika tim menelusuri Terangon, hasilnya nihil. Lukman tidak ditemukan. Lokasi Terangon yang terpencil membuat komunikasi agak terhambat. Tapi, dari sini tim mendapatkan informasi tambahan jika Lukman yang dimaksud sebenarnya dikenal sebagai Aluk atau Beluk. Nama aslinya, Suherman Karo Karo. Dia warga Lawe Unan, Ketambe, Aceh Tenggara (bukan Gayo Lues seperti disebutkan sebelumnya).

Ketika menelusuri lebih lanjut, pada Senin, 5 November 2018, tim mendapatkan barang bukti lain berupa sepeda motor Danil. Rupanya, Beluk menjual Honda Beat tersebut kepada seorang geuchik di Terangon. Oleh geuchik itu, Beat diberikan kepada koleganya, teungku imam, sebagai kompensasi.

Beluk, tersangka pembunuh Danil (pakai celana ponggol), ketika diamankan polisi.| Foto: Ist

Besoknya, barulah polisi mendapatkan informasi keberadaan Beluk. Lusanya, enam anggota tim diperintahkan menyergap Beluk. Saat itu, posisi pelaku diperkirakan di kawasan Blang Nangka, Kecamatan Blang Jerango.

Namun, untuk menuju ke lokasi tidaklah mudah. Tim mesti melewati trek menanjak dan berlumpur serta sebuah sungai kecil. Mendekati lokasi, kendaraan tidak bisa lewat. Mereka terpaksa turun dan berjalan kaki.

Setelah berjalan sekitar 15 menit ke dalam lokasi penebangan pohon pinus, tim menemukan sebuah truk kuning. Dimulailah penyergapan itu. Di kabin truk terlihat seseorang tengah memperbaiki sesuatu. Posisinya menghadap ke belakang truk. Dialah Beluk, yang dicari selama tiga pekan lebih.

Tanpa kesulitan, Beluk dicokok. Pria 28 tahun itu sempat melawan. Dan konyolnya, ia sempat berucap, "Allahu Akbar! Ada apa ini?" saat ditangkap.

Mulanya, Beluk tak mau mengakui perbuatannya. Polisi kemudian mendesak dengan menanyakan apa yang telah diperbuatnya di Banda Aceh beberapa waktu lalu. Setelah tiga kali pertanyaan diulang, barulah Beluk menjawab. Dia mengakui telah membunuh Danil.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP Taufik, Beluk membunuh Danil karena masalah utang. "Ya, soal utang piutang," ujar Taufik via WhatsApp, Rabu malam, 7 November 2018.

Beluk di ruang Reskrim Mapolresta Banda Aceh | Fatma

Pengakuan Beluk

Danil mengenal Beluk lewat Facebook sejak tujuh tahun lalu. Pembunuhan itu telah direncanakan sebelumnya (link). Pada Rabu, 5 Desember 2018, Beluk melakukan adegan reka ulang pembunuhan korban. Ada sekitar 36 adegan yang diperagakan Beluk dalam rekonstruksi tersebut. “Sampai dengan adegan ke-36 tadi, tidak terdapat fakta baru dari kasus pembunuhan ini. Rekonstruksi berjalan sesuai dengan pengakuan si tersangka dan berita acara pemeriksaan," ujar Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP Taufik.

Ira, Kakak Danil yang hadir saat rekontruksi berharap Beluk dihukum mati. "Kami sampai detik ini belum tenang kalau pembunuh Danil belum dihukum. Karena nyawa harus dibayar dengan nyawa. Ibu saya nggak datang karena nggak kuat melihatnya," ujar Ira.

Sementara Beluk saat diwawancari KBA.ONE mengaku menyesal. Dia berdalih apa yang dilakukannya di luar alam bawah sadar. Beluk sengaja datang dari Medan ke Banda Aceh hanya untuk menagih utang Rp3,7 pada temannya itu. Sebelumnya, kata dia, Danil sudah berjanji akan membayar utang tersebut.

Berbekal omongan itu, kata Beluk, dia pun menyewa sebuah kamar di Alimun Kost sebagai tempat menginapnya saat berada di Banda Aceh. "Saya juga bilang sama pemilik kos untuk menunggu sebentar pembayaran karena sedang menunggu teman. Saat itu uang di kantong saya hanya 58 ribu rupiah. Ternyata setelah saya sampai di tempat yang telah kami sepakati, korban tidak membawakan uang yang telah dijanjikannya tersebut," ujar Beluk di ruang Reskrim Mapolresta Banda Aceh, Senin, 31 Desember 2018.

Sesaat ketika Danil tiba di Alimun Kost, keduanya langsung cekcok. Namun, adu mulut itu tidak berlangsung lama. Akhirnya, Beluk menghabisi Danil dengan sebilah pisau. Polisi menduga pisau itu sudah dipersiapkan Beluk sejak dari Kutacane. Namun, Beluk berdalih pisau itu secara tidak sengaja dibawanya dari Medan. "Untuk memotong buah yang saya beli di jalan," ujarnya. Anehnya lagi, setelah pembunuhan itu, saat ia kembali ke Medan, Beluk membuang pisau itu di Seulimeum, Aceh Besar. Barang bukti ini masih dicari polisi.

Selain menyesal atas apa yang dilakukannya, Beluk meminta maaf kepada keluarga Danil. Dia juga berharap tidak mendapatkan hukuman mati.

Komentar

Loading...