Dampak Banjir di Pidie, Sawah dan Permukiman Terendam

Dampak Banjir di Pidie, Sawah dan Permukiman Terendam
Banjir di Pidie | BPBA

Sementara di Simpang Tiga, ada 30 hektare sawah di Desa Kupula yang terendam. Ketinggian air lebih kurang sama, 70 sentimeter.

KBA.ONE, Sigli - Ratusan hektare sawah di Kecamatan Grong-Grong dan Simpang Tiga, Pidie, terendam banjir sejak Sabtu, 25 November 2017. Data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana atau Pusdalops PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pidie, sawah yang terendam banjir di Grong-Grong mencapai 130 hektare. Rinciannya, di Desa Mee 75 hektare, Desa Paya 20 hektare, dan Desa Karieng 35 hektare. Rata-rata, ketinggian air 70 sentimeter.

Sementara di Simpang Tiga, ada 30 hektare sawah di Desa Kupula yang terendam. Ketinggian air lebih kurang sama, 70 sentimeter. Selain itu, 50 hektare tambak di Simpang Tiga juga porak-poranda dihantam banjir.

Adapun jumlah pengungsi akibat banjir di Desa Mee, Grong-Grong mencapai 255 jiwa. Warga sempat mengungsi di meunasah setempat. Untuk memenuhi asupan pangan mereka, BPBD Pidie membuka dapur umum di meunasah desa tersebut.

Di Kecamatan Padang Tiji, banjir yang menggenangi Desa Kupula berdampak terhadap 285 warga yang juga sempat mengungsi ke meunasah. Sama halnya di Desa Gampong Asan Kecamatan Kota Sigli, 450 penduduk mengungsi. BPBD juga membuka satu unit dapur umum di desa itu.

Sementara di Desa Geunteng Barat, Kecamatan Batee, pasang purnama menghantam desa pesisir itu menyebabkan sekitar 250 meter ruas jalan desa dan 200 meter garis pantai hilang ditelan gelombang. Belasan rumah warga juga terancam abrasi.

Geunteng Barah dihuni sekitar 400 keluarga. Agar tak tergerus arus laut yang kian ganas merangsek ke permukiman, warga secara swadaya membentengi desa dengan bambu dan batang kelapa.

Kontributor Pidie, Marzuki

Komentar

Loading...