Dana Otsus Papua Diprioritaskan untuk Tiga Sektor

Dana Otsus Papua Diprioritaskan untuk Tiga Sektor
Pertemuan Kompak di Bappeda Aceh. Foto: KBA/Nurnisa.

KBA.ONE, Banda Aceh – Sekretaris Daerah kabupaten Lanny Jaya, Cristian Sohilait mengatakan dana otonomi khusus yang diterima Provinsi Papua dikhususkan untuk tiga bidang; pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi.

“Meski perlu dievaluasi, namun manfaatnya sudah dirasakan,” kata Cristian saat berkunjung ke Banda Aceh, Senin, 22 Januari 2017.

Papua menerima dana otonomi khusus sejak 2001. Dana ini, kata Cristian, akan diterima hingga 10 tahun ke depan. Sama seperti Aceh, dana yang mereka terima sebesar 2 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Di sektor pendidikan, hampir seluruh kabupaten di Papua menggunakan dana otsus untuk mengirim anak-anak ke sekolah, mulai dari pendidikan usia dini hingga ke perguruan tinggi. Gubernur Papua sendiri menargetkan 1.000 dokter yang merupakan anak asli Papua.

“Ada pembelajaran untuk buta huruf. Kita pakai semua stakeholder, siapkan bahan, lalu ajarkan semua anak-anak untuk bisa membaca,” kata Cristian.

Bahkan setiap orang yang ingin bertransaksi di bank harus mampu membaca. Dengan demikian, kata dia, setiap orang terdorong untuk melek huruf.

Pemerintah Papua juga memberlakukan diskriminatif positif. Lewat program ini, pemerintah melarang pendatang untuk melakukan kegiatan ekonomi. Mereka, kata Cristian, “memaksa” anak-anak Papua untuk berdagang. Dengan demikian, tumbuh jiwa entrepreneur.

Menurut dia, tanpa proteksi, masyarakat asli Papua sulit bersaing dengan pendatang di bidang ekonomi. “Mereka tidak akan maju-maju kalau tidak dibuat kebijakan ini. Selama 5 tahun ini, kita sudah melarang pendatang untuk melakukan aktivitas ekonomi,” kata Cristian.

Di sektor kegiatan kesehatan, kata Cristian, dana ini digunakan untuk menekan angka penyakit. Saat ini, kata dia, jumlah penderita 10 penyakit besar mulai menurun. Papua juga menyiapkan generasinya untuk menjadi dokter yang masuk di selurauh puskesmas Papua.

“Di Papua sendiri ada kartu Papua Sehat yang berfungsi untuk membantu pengobatan. Pemerintah memastikan seluruh rumah sakit bekerja sama dengan BPJS. Rumah sakit yang tidak kerja sama dengan BPJS kita intervensi,” kata Cristian.

Cristian mengatakan mereka berharap dapat berbagi tentang pelaksanaan otonomi khusus di daerahnya dan menerapkan sejumlah langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh dalam memanfaatkan dana tersebut.

Kunjungan Cristian ke Aceh adalah bagian dari pembelajaran lintas wilayah terkait dana otonomi khusus yang diterima Aceh, Papua, dan Papua Barat. Kegiatan ini difasilitasi oleh Pemerintah Australia, Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (Kompak). Tiga kabupaten dari Papua yang akan ikut serta dalam acara tersebut adalah Asmat, Lanny Jaya dan Pantiai.

Selain itu para peserta kegiatan pembelajaran lintas wilayah ini, akan mengunjungi Banda Aceh dan Aceh Jaya untuk berbagi pengalaman mengenai implementasi kebijakan Otsus dan memulai kerja sama untuk meningkatkan dampak kebijakan tersebut.

“Kunjungan ini akan memberi kesempatan bagi ketiga provinsi berbagi cara-cara inovatif meningkatkan pelayanan publik di bidang kesehatan, pendidikan, identitas hukum dan bantuan sosial. Dana Otsus harus digunakan secara efektif untuk meningkatkan layanan publik dan memajukan pembangunan di kabupaten-kabupaten paling tertinggal dan terpencil," kata Fleur Davies, Minister Konselor Kedutaan Besar Australia.

Pada 2018, Aceh akan menerima Rp 8 triliun dana Otsus, sementara Provinsi Papua dan Papua Barat masing-masing akan menerima Rp 8 triliun dan Rp 4 triliun.

Komentar

Loading...