Danlanud Sabang Bantah Tidak Beri Izin Landing Pesawat Wings Air

Danlanud Sabang Bantah Tidak Beri Izin Landing Pesawat Wings Air
Ilustrasi Pesawat Wings Air ATR-72-500. | Foto: Airmagz

KBA.ONE Sabang – Komandan Lanud Maimun Saleh Sabang Letkol Pnb Yudha Irawan membantah tidak memberikan izin mendarat untuk maskapai Wings Air di Bandara Maimun Saleh Sabang, Minggu 4 November 2018.

“Boleh mendarat di Sabang tetapi tidak bisa langsung berangkat lagi ke Bandara Kualanamu Medan karena jam operasional Bandara telah berakhir. Itu yang saya katakan,” kata Danlanud Yudha Irawan saat ditemui KBA.ONE di ruang kerjanya, Selasa 6 November 2018.

Menurut Yudha, penerbangan maskapai Wings Air tidak sesuai dengan jadwal yang telah disepakati baik waktu keberangkatan maupun waktu kedatangan.

Yudha memastikan bahwa pesawat Wings Air jenis ATR 72-500 dengan nomor penerbangan IW 1213 tujuan Bandara Maimun Saleh Sabang, Minggu 4 November 2018, boleh mendarat di Sabang tetapi tidak bisa langsung kembali ke Bandara Kualanamu, Medan.

“Kami pernah menyurati PT. Wings Air soal penyesuaian operasi penerbangan PT. Wings Air dengan Operating Hour (jam operasi) bandara karena sudah sering sekali mereka mengalami keterlambatan,” kata Danlanud.

Komandan Lanud Maimun Saleh Sabang Letkol Pnb Yudha Irawan. | KBA.ONE: Diki Arjuna.

Dijelaskannya, pengoperasian Pesawat Wings Air dalam seminggu tiga kali ke Sabang yaitu hari Selasa, Kamis, dan Minggu. Jam penerbangan untuk Kualanamu Medan – Maimun Saleh Sabang kedatangan pada pukul 12.20 WIB dan berangkat kembali pada pukul 13.30 WIB.

 “Tidak ada masalah yang signifikan, hanya saja rencana kedatangan sudah tidak sesuai dengan jam operasional Bandara yang telah disepakati bersama, bukannya kami tidak mendukung tapi mari kita coba perbaiki bersama,” kata Yudha.

Yudha mengaku tidak mengetahui kejadian pesawat Wings Air ATR 72-500 dengan nomor penerbangan IW 1213 sudah take off dari bandara Kualanamu, Minggu 4 November 2018, harus balik karena tidak mendapat izin mendarat dari otoritas bandara.

“Saya sudah memberitahukan untuk mengikuti jadwal yang telah disepakati. Prinsipnya, TNI AU Lanud Mus Sabang selalu mendukung semua yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat Aceh dan Sabang khususnya,” tegas Yudha.

Manager Wings Air wilayah Sabang Djoni Zulfan tadi malam mengatakan pesawat Wings Air jenis ATR 72-500 dengan tujuan Bandara Maimun Saleh Sabang mengalami sedikit perbaikan sebelum berangkat menuju Sabang.

“Ada sedikit perbaikan pada telepon yang biasa digunakan oleh pramugari dan memakan waktu sekitar 20 sampai 25 menit sehingga meminta waktu untuk penambahan jadwal operasional bandara dari jadwal semula,” katanya.

Bahkan, kata Djoni, pada hari minggu tersebut pihaknya sudah mengajukan permohonan penambahan jam operasional bandara sejak pesawat masih berada di Bandara Kualanamu Medan.

Akan tetapi, kata Djoni, izin tersebut tidak didapat.  “Itu sudah di luar jam Operasional Bandara. Hari ini kita ikuti kesepakatan saja lah Jon, karena sudah sering kali terlambat,” ujar Djoni menirukan jawaban Danlanud Mainum Saleh Sabang.

Kembali ke Kualanamu

Pesawat Wings Air jenis ATR 72-500 nomor penerbangan IW1214 lepas landas dari Bandara Internasional Kualanamu (Sumatera Utara) tepat pada pukul 12:59 WIB tujuan Bandara Internasional Maimun Saleh, Sabang.

"Sekitar 40 menit setelah lepas landas Wings Air terpaksa kembali ke Bandara Kualanamu karena pihak Pangkalan Udara Militer, Maimun Saleh, Sabang, tidak mau menandatangani surat penambahan jam operasional bandara sekitar 20 menit," sebut Djoni, seperti diberitakan Antara, Minggu 4 November 2018.

Jumlah keseluruhan penumpang Minggu itu, kata Djoni,  22 orang. "Tepatnya di atas langit Kota Langsa, Provinsi Aceh, Wings Air terpaksa kembali ke Bandara Kualanamu karena tidak mendapat izin penambahan jam operasional," tambah Djoni. | DIKI ARJUNA, Sabang.

Komentar

Loading...