Di Pusong, Lengkong dan Kolang Kaling Jadi Menu Favorit Berbuka

Di Pusong, Lengkong dan Kolang Kaling Jadi Menu Favorit Berbuka
Lengkong di kios Zuki Pasar Pusong, Kota Lhokseumawe |Foto: Try Vanny

KBA.ONE, Lhokseumawe - Di bulan suci Ramadhan ini, banyak para pedagang  menjajakan dagangan khas berbuka puasa untuk meraup keuntungan lebih dan memenuhi kebutuhan konsumen, khususnya di Pasar Pusong, Kota Lhokseumawe.

Seperti lengkong dan kolang kaling. Dua jenis makanan dan minuman ini  menjadi primadona para ibu rumah tangga dan pedagang di kala bulan puasa. Biasanya, lengkong dan kolang kaling tetap menjadi menu favorit dari awal puasa hingga menjelang lebaran nanti.

"Kalau kami setiap harinya harus memiliki stok lengkong itu minimal 30 kg, biasanya di pasok dari Banda Aceh," kata  Marzuki, 18 tahun, salah seorang pedagang, kepada KBA.ONE, Jumat 10 Mei 2019.

Ternyata, menurut pria yang akrab disapa Zuki ini, lengkong selama ini dipasok dari dua kota berbeda, yaitu dari Medan dan Banda Aceh. Namun kualitas keduanya berbeda, sehingga lebih banyak masyarakat menggemari lengkong asal Banda Aceh.

"Yang dari Medan tidak pekat warnanya, kami pernah order tapi kurang laku, pembeli lebih suka yang dari Banda, warna hitamnya sangat pekat, seperti batu giok juga kalau disenter gak tembus," ucap Zuki sembari tersenyum.

Berbeda dengan kolang kaling yang kerap diburu untuk dijadikan kolak maupun manisan oleh para ibu rumah tangga. Makanan kecil berwarna putih ini justru setiap tahunnya selalu dipasok dari Kota Medan.

"Kolang kaling dari Medan lebih besar dan warnanya putih bersih, ada juga yang punya kita lokal tapi warnanya kuning dan banyak biji di dalamnya," ujarnya.

Peminat kolang kaling lokal tergolong sedikit. Selain stok yang sedikit, buahnya juga kecil dan keras. Para konsumen kerap membeli kolang kaling asal Medan.

"Untuk kolang kaling kami biasa menjual 3 kg setiap hari, lebih laris lengkong. Untuk bulan puasa ini kami udah siapkan stok 70 kg," imbunya.

Sedangkan harga yang ditawarkan keduanya tergolong cukup ekonomis. Jika lengkong dibanderol dengan harga Rp5 ribu perpotongnya, kolang kaling dijual dengan harga Rp20 ribu perkilonya.

Di kesempatan yang sama, seorang ibu muda Cut Mutia, 22 tahun, mengaku telah berlangganan membeli lengkong kepada Zuki setiap bulan Ramadhan. Selain segar, lengkong yang dijajakan Zuki  telah diperiksa secara resmi oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM ).

"Dari sebelum menikah ibu saya sudah sering beli lengkong di sini, sekarang saya juga ikut langganan. Biasanya kami campurkan dengam sirup untuk minuman berbuka, rasanya segar apa lagi cuaca panas begini," pungkasnya. ***

Komentar

Loading...