Dianggap Lecehkan Wartawan, Kemal Fasya Dituntut Minta Maaf

Dianggap Lecehkan Wartawan, Kemal Fasya Dituntut Minta Maaf
Konfrensi pers |Foto: ist

KBA.ONE, Lhokseumawe - Lintas organisasi wartawan di Lhokseumawe dan Aceh Utara, mengecam penulisan opini Kemal Fasya berjudul "Parasit Demokrasi" yang terbit di halaman opini salah satu media lokal di Aceh. Tulisan tersebut dianggap telah menyudutkan profesi wartawan dan dapat digolongkan sebagai tindak pidana, Jumat 5 Juli 2019.

Opini itu di antaranya berisikan “para parasit demokrasi ini sebenarnya sama seperti kuman atau virus zoonotik yang memengaruhi nilai-nilai personal dan publik, yang secara evolutif akan merusak psikologi manusia.” Bukan hanya itu, “Hal ini harus saya lakukan, ketika wartawan bodrex lebih banyak berkerumun pada momen-momen seperti itu,” tulis Kemal Fasya.


Lintas Organisasi Wartawan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Dewan Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Aceh (DPP-PWA) , Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), mempertanyakan kepada Kemal Fasya yang kini menjabat sebagai Kepala UPT Kehumasan Unimal, siapa dan dari media mana yang disebutkan sebagai wartawan “Bodrex” lebih banyak berkerumun pada momen-momen meugang puasa dan meugang lebaran. 

Kemudian, dalam opini tersebut Keml juga menulis; “Idealisme demokrasi fenomena seperti itu semakin sulit ditemukan di era disrupsi dan resesi seperti saat ini, ketika seluruh pekerjaan kerap bisa dikuantifikasi dengan uang.” Pertanyaannya, siapa yang dia maksud atau wartawan mana ketika seluruh pekerjaan kerap bisa dikuantifikasi dengan uang?

Selanjutnya, dalam opini itu Kemal juga menyebutkan, “Banyak wartawan, amplopnya diambil, berita tak pernah dituliskan." Hal tersebut dianggap sudah melecehkan harkat serta martabat wartawan Aceh, khususnya wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara.

“Kita menyesalkan sikap Kemal Pasya yang kurang bijak dan notabenenya adalah seorang akademisi dan pengamat yang selama ini kerap menjadi narasumber. Tulisan opininya yang menyanjung seorang wartawan anti amplop di lain sisi dia malah menitipkan amplop melalui seorang wartawan senior, ini sangat memalukan, konon lagi itu anggota AJI,“ ujar Agustiar selaku Ketua AJI Lhokseumawe.

Sementara Ketua Umum DPP-PWA Maimun Asnawi menjelaskan, jika Kemal ingin menulis pendapatnya tentang Parasit Demokrasi, tidak seharusnya mengambil pintu masuk dengan menjelek-jelekkan para wartawan. Masih banyak bahan dan sudut pandang yang lebih menarik untuk tulisan itu.

“Sekarang saya bertanya, apakah Kemal Pasya dan seluruh orang yang ada di Unimal itu jauh lebih baik dari para jurnalis. Jangan munafik, semua kita tidak sempurna, ada saja kesalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Konon lagi bagi mereka yang duduk di posisi tertentu dalam sebuah lembaga,” katanya.

Atas nama Lintas Organisasi Wartawan menuntut kepada Kemal Fasya

1. Mengecam keras opini “Parasit Demokrasi” Kemal Pasya.

2. Segera meminta maaf kepada Wartawan atas tulisan opini yang melecehkan Wartawan secara tertulis dan dimuat media massa dimana opini tersebut diterbitkan. 

3. Mendesak Rektor Unimal Dr. Herman Fithra mencopot jabatan Kemal Pasha sebagai kepala UPT Kehumasan dan Hubungan Eksternal Universitas Malikussaleh. *** 

Komentar

Loading...