Diduga Terima Suap, KPK Bidik Anggota DPRK Agara

Diduga Terima Suap, KPK Bidik Anggota DPRK Agara
Gedung DPRK Agara. | KBA.ONE: Bulkaini

Diduga sejumlah anggota dewan itu menerima suap pada perekrutan komisioner KIP Agara.

KBA.ONE, Aceh Tenggara-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan akan membidik sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara.

Pemanggilan sejumlah anggota dewan  ini berkaitan dugaan penerimaan suap pada perekrutan komisioner komisi pemilihan independen ( KIP) beberapa waktu lalu.

Hal ini diakui sekretaris dewan setempat M. Hatta Desky kepada KBA.ONE, Jum' at 17 Mei 2019. Ia menyebutkan sebanyak 25 anggota DPRK termasuk sejumlah ASN di dalamnya akan memenuhi panggilan KPK melalui surat pada 13 Mei 2019 .

"Surat dari KPK kami terima pada 13 mei 2019 kemaren, mereka diharapkan memenuhi undangan KPK pada 21 hingga 22 mei 2019 mendatang di gedung KPK Jakarta," sebut Hatta.

Dugaan sementara,  mereka di panggil berkaitan dengan  proses perekrutan komisioner KIP yang dinilai menuai masalah dan terindikasi suap. Namun, Hatta enggan membeberkan nama- nama anggota dewan yang tertera dalam surat panggilan KPK itu.

Diketahui sebelumnya, peroses perekrutan komisioner KIP Agara beberapa waktu lalu masih menuai banyak masalah. Pasalnya komisioner KIP sebelumnya telah ditetapkan oleh Komisi A yang diketuai Supian namun dianulir oleh sejumlah anggota dewan lainnya.

Proses perekrutan komisioner KIP kemudian di ulang kembali dengan mengubah komposisi Ketua Komisi A oleh Bustami yang dilanjutkan penetapan kembali dengan komisioner KIP yang baru.

Atas dugaan kecurangan ini, sejumlah peserta yang gagal lolos pada perekrutan Komisioner KIP itu akhirnya membuat laporan resmi ke KPK  hingga berbuntut pemanggilan  anggota DPRK Agara oleh KPK melalui surat. ***

Komentar

Loading...