Dingin Menebar Kematian di Benua Biru

Dingin Menebar Kematian di Benua Biru
Salju menutupi lapangan dan memaksa otoritas Liga Italia menunda laga antara Juventus versus Atalanta. Foto: juventus.com

Palang Merah mendesak orang-orang agar memperhatikan tetangga dan lingkungannya.

KBA.ONE, Banda Aceh - Terjangan cuaca dingin dari Siberia membuat suhu hampir seluruh Eropa terjun bebas. Kaum tunawisma dan orang-orang lanjut usia terancam jiwanya.

Mengutip detik.com, 28 Februari 2018, cuaca dingin ini menjalar ke seantero Eropa pada Selasa lalu. Pantai-pantai di Benua Biru menjadi bersalju.

Sekitar 24 orang di Eropa meninggal dunia dalam kurun waktu empat hari belakangan ini. Kawasan kepulauan Korsika dan Kapri di Mediterania yang biasanya nyaman dan cukup hangat untuk orang Eropa kini ikut-ikutan bersalju.


Di Polandia, lima orang meninggal dunia pada Senin (26/2) saat air raksa di termometer ruangan melorot ke angka minus 15 derajat Celsius. Bila ditotal sejak November tahun lalu, sudah 53 orang Polandia yang tewas gara-gara cuaca beku.

Kota-kota di Benua ini menyediakan penampungan darurat dan fasilitas pemulihan untuk orang-orang yang sering tidur di jalanan (gelandangan). Kaum tunawisma adalah golongan yang paling rentan menjadi korban tewas. Sejak Jumat pekan lalu ada tiga gelandangan yang suka tidur di jalanan di Prancis meninggal dunia, tiga lainnya di Republik Ceko, dan satu lagi di Italia.

Di Belgia, yakni di kota Etterbeek, Verviers, dan Charleroi, polisi menahan orang-orang gelandangan bila mereka menolak untuk berada di penampungan. Palang Merah mengerahkan tim darurat di seluruh Eropa, mendesak orang-orang agar memperhatikan tetangga dan lingkungannya.

"Ketuklah pintu-pintu tetangga Anda dan cek apakah mereka punya hal-hal yang dibutuhkan. Soalnya ini perkara hidup dan mati," kata pihak Palang Merah.

Lembaga amal juga menyumbangkan 10 ribu selimut di Prancis. Otoritas Paris menghitung ada 3.000 gelandangan yang sering tidur di jalanan, bulan ini. Namun jumlah ini dinilai terlalu sedikit ketimbang aslinya.

Di Inggris, salju lebat menjejali London pada Selasa. Tabloid setempat memberi tajuk 'Hewan Buas dari Timur'. Belanda menyebut ini sebagai 'Beruang Siberia'. Swedia menjuluki cuaca mematikan ini sebagai 'meriam salju'.

British Airways menunda sekitar 60 penerbangan dari dan ke Bandara Heathrow London.

Sebagian kondisi beku dilaporkan terjadi di Italia, sekolah-sekolah dan tempat penitipan anak pada tutup.

Di Italia, kondisi beku ini mengganggu operasionalisasi kereta api. Celakanya, alat untuk mencairkan beku di rel kurang banyak. Warga di Negeri Pizza jadi marah.

Perusahaan Gazprom Rusia, sebagai pemasok gas ke Eropa, mengatakan telah mencetak rekor ekspor selama enam hari belakangan, meningkat dari 667 juta kubik meter pada Senin. Orang-orang di Eropa sangat butuh gas untuk menghangatkan kondisi.

Meski begitu, kantor cuaca ZAMG Austria mengatakan sebenarnya musim dingin ini masih tergolong cukup lembut dan lembap. "Sejak 1930-an musim dingin menjadi 0,25 derajat lebih hangat tiap dekadenya, rata-rata," akta ZAMG.

Bahkan di Belanda, para peselancar es diwanti-wanti bahwa es di kanal-kanal belum cukup keras untuk menjadi arena permainan

Komentar

Loading...