Direktur PDAM Tirta Naga Tapaktuan "Melawan"

Direktur PDAM Tirta Naga Tapaktuan "Melawan"
Cut Maisarah, direktur PDAM Tirta Naga Tapaktuan. | KBA.ONE: Khadafy.

Pemecatan yang dilakukan karena karyawan bersangkutan tidak produktif, tidak masuk kantor, dan tak bekerja. Selama ini hanya menerima gaji saja. | Cut Maisarah, direktur PDAM Tirta Naga Tapaktuan.

KBA.ONE, Aceh Selatan- Cut Maisarah, SE, Direktur PDAM Tirta Naga Tapaktuan, "melawan". Wacana pergantian jabatannya sebagai direktur PDAM, yang disampaikan Bupati Aceh Selatan, Azwir, Jumat lalu, dianggap atas dasar fitnah dan penzaliman.

"Mutasi yang saya lakukan sudah sesuai aturan. Semua sudah dirapatkan dan dikonfirmasikan, baik melalui pemda maupun dewan pengawas, termasuk pemberian SP 1, SP 2, pembinaan dan lainnya. Malah, saat dipanggil untuk pembinaan mereka tidak mau datang," tegas Cut Maisarah, kepada KBA.ONE, Sabtu 2 Maret 2019. 

Kata Cut Maisarah, pemecatan yang dilakukan karena karyawan bersangkutan tidak produktif, tidak masuk kantor, dan tak bekerja. Selama ini hanya menerima gaji saja. "Kami sudah beberapa kali menegur karena akan membebani perusahaan bila dibiarkan. Tapi tak pernah digubris," tuturnya.

Estimasi Maisarah, karyawan di PDAM Tirta Naga sudah kelebihan dan tidak sesuai dengan rasio pelanggan. Ini terjadi sebelum dia menjabat sebagai direktur.  Pelanggan PDAM Tirta Naga, katanya, hanya sekitar 3000-an lebih. Rasionya, untuk seribu pelanggan cuma dibutuhkan enam orang karyawan.

"Nah, yang terjadi, kan, sebaliknya. Karyawannya sudah melebihi, yaitu sampai 58 orang. Inilah yang menyebabkan PDAM sakit karena tidak mampu membayar gaji dan operasional, ditambah ada 'virus' di tubuh PDAM, dan virus itulah yang kita dikeluarkan demi kemajuan dan kebaikan PDAM Tirta Naga," imbuhnya.

Maisarah menantang Bupati Azwir untuk menunjukkan kinerja buruk mana yang dia lakukan. "Kalau memang dibilang kinerja saya buruk, yang mana buruknya seperti dimaksud oleh beliau. Saya mau tahu, kinerja buruk yang dimaksud bupati," tantang Maisarah.

Maisarah menegaskan bahwa ia sudah melakukan hal-hal positif sesuai aturan demi memajukan PDAM Tirta Naga Tapaktuan. Sebelum dia menjabat, beber Cut Maisarah, perusahaan itu dasarnya memang sudah kolap. Sehingga PDAM banyak terhutang dan penuh masalah. 

"Alhamdulilah, semenjak saya berada pada posisi ini, hutang-hutang PDAM sejumlah Rp528.000 000,- juta, sudah terselesaikan, dan saat ini kami pun sudah naik dua tingkat dari sebelumnya," jelas Cut Maisarah sambil meyakinkan wartawan KBA.ONE akan menunjukkan bukti-bukti jika memang itu diperlukan. 

Cut Maisarah menyayangkan sikap Bupati Azwir yang seharusnya tidak hanya mendengar laporan sebelah pihak terkait kinerjanya. "Pak Bupati harusnya memanggil kami dan karyawan. Jangan hanya mendengarkan penyataan sebelah pihak saja," tegasnya.

Dia menegaskan siapun direktur PDAM Tirta Naga kelak pasti tidak akan bisa membuat perusahaan ini baik dan sehat jika tidak dilakukan perampingan karyawan tidak produktif. Bahkan dia mengklaim sudah melakukan kerja keras dan maksimal untuk membenahi perusahaan PDAM Tirta Naga yang sekarang kondisinya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya..

Maisarah mencontohkan bahwa pada 2018 PDAM Tirta Naga mendapatkan dua unit mobil untuk pendistribusian air dari bantuan pemerintah pusat. "Dan alhamdulillah tahun 2019 ini kita akan mendapatkan anggaran perbaikan jaringan PDAM senilai Rp5 miliar dari APBA," terangnya.

Soal pernyataan bahwa Bupati Azwir sudah memanggil dan membicarakan pemberhentiannya sebagai Direktur PDAM, Cut Maisarah mengaku belum pernah dilakukan bupati kepadanya. "Tidak pernah ada penyampaian atau apapun kepada saya dari bupati seperti yang ditulis wartawan. Mungkin itu hanya tambah-tambah wartawan saja, saya pun tidak tau ya," sebut Cut Maisarah.

Di ujung wawancara, Cut Maisarah berharap Bupati Azwir melakukan cross-chek terkait kinerja buruk seperti yang dikatakannya. "Paling tidak kami dipanggil atau diundang  sehingga persoalan ini bisa jelas apa sebenarnya yang terjadi dan mengapa mereka diberhentikan. Seharusnya Pak Bupati menanyakan hal itu dulu, bukan langsung percaya,"  tutup Maisarah.

Komentar

Loading...