Donald Trump Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual

Donald Trump Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual
Pengacara Gloria Allred memberikan keterangan terkait dugaan pelecehan seksual Donald Trump terhadap kliennya, di Los Angeles, California, AS, 11 November 2016 | TEMPO/REUTERS

Belasan perempuan itu menuduh Trump mencium mereka, meraba bagian tubuh, hingga meletakkan tangan di atas rok mereka tanpa izin dan tak sesuai dengan keinginan mereka.

LEBIH dari 100 legislator Amerika Serikat dari Partai Demokrat menandatangani petisi yang ditujukan kepada parlemen untuk membentuk komite yang bertugas mengungkap kekerasan dan pelecehan seksual yang pernah dilakukan Presiden Donald Trump. Lois Franken, Legislator Amerika Serikat dari Florida dan Ketua Kelompok Kerja Perempuan Demokrat (DWWG), mengatakan, "Inilah saat yang tepat mengungkap kebenaran."

Ungkapan Franken seperti dilaporkan Al Jazeera sebagai tanggapan atas berbagai tudingan yang dialamatkan kepada presiden dari Partai Republik tersebut. Menurut petisi yang dikeluarkan oleh DWWG, setidaknya 17 perempuan mendapatkan perlakuan seks yang tidak senonoh dari Trump. Di antara perlakuan Trump yang tidak pantas itu antara lain, ciuman, sentuhan dan penggerayangan terhadap mereka.

Saat jumpa pers pada Selasa, 12 Desember 2017, Franken mengatakan, sejumlah legislator lain juga mendukung petisi yang mereka ajukan. "Jumlah pendukung lebih dari 100 orang, bahkan akan bertambah terus," ungkap Franken.

Sebelumnya, tiga perempuan yang menuduh Donald Trump melakukan pelecehan seksual meminta kongres membuka penyelidikan terkait perilaku orang nomor satu di negara itu.

Ketiga perempuan tersebut adalah Jessica Leeds, Rachels Crooks, dan Samantha Holvey. Mereka menganggap penyelidikan etik terhadap Trump patut dipertimbangkan menyusul maraknya pengungkapan skandal pelecehan seksual yang dilakukan oleh sejumlah tokoh di Amerika dari selebritis Hollywood, media, hingga politikus.

Salah satu yang paling menyulut perhatian adalah skandal yang menjerat produser kawakan Hollywood Harvey Weinstein dan tiga anggota Kongres, yang baru terkuak belakangan ini. “Kongres harus mengesampingkan afiliasi partai mereka dan menyelidiki riwayat pelecehan seksual yang dilakukan Presiden Trump,” tutur Crooks, seorang mantan resepsionis sebuah firma real estate. Meski ketiganya meyakini Trump tidak akan dimakzulkan karena ulahnya ini, para wanita itu meminta pertanggung jawaban presiden berusia 70 tahun itu.

Sementara itu, Brave New Films, lembaga pembuat film nonprofit, menunjukkan sebuah video berisi cerita dari 16 kesaksian wanita yang mengklaim sebagai korban pelecehan Trump. Di dalam film pendek tersebut, belasan perempuan itu menuduh Trump mencium mereka, meraba bagian tubuh, hingga meletakkan tangan di atas rok mereka tanpa izin dan tak sesuai dengan keinginan mereka.

Senator Demokrat, Kristen Gillibrand mengatakan kesaksian para perempuan itu adalah kredible dan patut digunakan sebagai bukti penyelidikan. Gillibrand bahkan menuntut Trump untuk mengundurkan diri karena tuduhan pelecehan tersebut. “Tuduhan pelecehan ini kredibel. Korban sangat banyak. Saya pernah mendengar kesaksian para wanita ini, dan banyak cerita dari mereka sangat memilukan. Jika Trump tidak segera mengundurkan diri, kongres harus melakukan penyelidikan yang sesuai atas perilakunya dan meminta pertanggungjawaban kepada Trump.”

Tudingan pelecehan seksual sudah menghantui Trump sejak masa kampanye pemilihan presiden pada 2016. Tuduhan itu bermula saat sebuah video percakapan Trump dengan seorang presenter Amerika pada 2015, terkuak saat kampanye berlangsung.

Di dalam rekaman itu, Trump kedapatan berbicara vulgar dan mengatakan dirinya mencoba melakukan hubungan seks dengan sejumlah wanita. Trump telah meminta maaf atas percakapannya itu tapi menyebut perbincangan itu hanya “sebuah obrolan pribadi”. Trump berusaha meyakinkan bahwa dirinya tidak melakukan hal-hal yang dibicarakan tersebut.

Selama dua tahun terakhir belasan perempuan telah angkat bicara dan menuduh Trump melecehkan mereka. Tindakan tidak etis ini bahkan diduga telah dilakukan Trump jauh sebelum dirinya terjun ke dunia politik.

Menghadapi tuduhan terbarunya itu, Trump tetaplah Trump yang keras kepala. Ia menilai itu hanyalah kerjaan anggota kongres dari Partai Demokrat yang sengaja memanas-manasi. Lewat Twitter, Trump menuduh Partai Demokrat memainkan politik partisan dan menyangkal kenal dengan perempuan-perempuan yang telah meningkatkan tuduhan terhadapnya. “Meskipun telah menghabiskan ribuan jam kerja dan jutaan dolar, Partai Demokrat tidak bisa menunjukkan kolusi apapun dengan Rusia, sehingga kini mereka beralih ke tuduhan dan cerita bohong tentang sejumlah perempuan yang bahkan tidak saya kenal dan tidak pernah saya temui. FAKE NEWS!” cuit Trump.

Trump juga mengecam Kirsten Gillibrand. “Senator (kelas ringan) Kirsten Gillibrand, seorang yang jelas antek-antek bagi Senator Chuck Schumer dan seorang yang tidak beberapa lama lalu datang ke kantor saya untuk “memohon” sumbangan kampanye (dan akan melakukan apapun untuk mendapatkannya), kini bersama jaringan yang melawan Trump. Saya tidak setia pada Bill dan Crooked-USED (merujuk pada Hillary Clinton.red),” lanjut Trump.

Gillibrand menanggapi cuitan itu lewat Twitter-nya dengan mengatakan Trump tidak bisa menyangkal hak perempuan untuk menyuarakan opini mereka tentangnya. “Anda tidak bisa membungkam saya atau jutaan perempuan yang telah dipinggirkan untuk berbicara lantang tentang ketidaklayakan ini dan hal memalukan yang Anda bawa ke Gedung Putih.” 

Komentar

Loading...