Dr. Dyah Erti Idawati Jabat sebagai Ketua PPTI Wilayah Aceh periode 2018-2023

Dr. Dyah Erti Idawati Jabat sebagai Ketua PPTI Wilayah Aceh periode 2018-2023
ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolosis Indonesia (PPTI) Wilayah Aceh periode 2018-2023, Dr. Dyah Erti Idawati |Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Berdasarkan data Dinas Kesehatan Aceh, penyakit Tuberkolosis (TB) masih menjadi masalah di seluruh Indonesia. "Aceh berada diurutan ke 12, dan Kabupaten Aceh Utara menduduki peringkat pertama di Aceh," kata Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolosis Indonesia (PPTI) Wilayah Aceh, Dr. Dyah Erti Idawati, pada Pelantikan Pengurus PPTI Wilayah Aceh periode 2018-2023, di Banda Aceh, 6 Maret 2019.

TB adalah penyakit menular yang diakibatkan oleh kuma Mycrobacterium Tubercolosis, penyakit ini ditularkan oleh pasien ke udara lalu terhirup saat bernafas. TB lebih banyak menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang kelenjar di leher, kulit, tulang, selaput otak, dan lainnya.

Dalam pidatonya, Dyah mengatakan Aceh berada di urutan ke 12 dengan jumlah kasus 7.000 ribu orang, yang terbanyak di Kabupaten Aceh Utara, lebih dari 1000 orang. "Jumlah ini tentunya akan terus bertambah jika kita lalai dalam menangani masalah TB di Aceh," ungkapnya.

Sekretaris Daerah Aceh bersama pengurus PPTI Wilayah Aceh periode 2018-2023 |Foto: Ist

Menurutnya, "semua kondisi ini erat kaitannya dengan kehidupan keluarga. Oleh karena itu peran keluarga dan menanggulangi penyakit ini sangatlah penting," kata Dr. Dyah usai dilantik oleh ketua umum PPTI, Raisis Arifin Panigoro.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Aceh, Teuku Zulfikar, menjelaskan TB bukalah virus tetapi kuman. TB terbagi menjadi dua bagian yaitu TB paru dan TB luar paru, TB Paru ditandai dengan batuk berdahal selama dua minggu dan sebagainya. Kemudian TB luar paru yaitu TB otak ditandai dengan sakit kepala dan gangguan penglihatan, TB usus ditandai dengan diare, muntah, mual, dan lainnya. Tidak hanya itu, juga terdapat TB jantung, mata, dan kulit.

Mengapa Aceh Utara menduduki peringkat pertama penyakit TB di Aceh? menurut Zulfikar, tim di Aceh Utara mencari atau pro aktif dalam mencari pasien yang terjadi TB untuk di obati.

Ia juga memberikan tips untuk menghindari penularan TB, "jika batuk berdahak, dahak tidak boleh dibuang sembarangan seperti di tisu, plastik, dan sebagainya. Tetapi buanglah di kamar mandi lalu disiram," agar kuman tidak aktif dan menularkan penyakit terhadap kita sendiri dan orang lain.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif menyebutkan bahwa mengenai penyakit TB, Indonesia berada pada peringkat ketiga di dunia. Sedangkan pada tahun 2013, Aceh peringkat ke 12 penyakit TB. Kemudian di Indonesia terdapat sekitar 842 ribu penderita TB dan yang terdeteksi sekitar hanya sekitar 514 ribu orang.

"Yang terkena TB belum semua dapat ditemukan, di Aceh penderita yang ditemukan masih 35%, kemungkinan 65% yang belum dideteksi," kata Hanif.

Kemudian dia menambahkan penderita TB di Aceh banyak yang meminum obat tetapi tidak tuntas, "satu dua tiga bulan merasa sembuh tidak lagi diminum," katanya.

Dyah mengatakan Aceh berada diurutan ke 12 dengan jumlah kasus 7.000 ribu orang, yang terbanyak di Kabupaten Aceh Utara, lebih dari 1000 orang. "Jumlah ini tentunya akan terus bertambah jika kita lalai dalam menangani masalah TB di Aceh," ungkapnya.

Menurutnya, "semua kondisi ini erat kaitannya dengan kehidupan keluarga. Oleh karena itu peran keluarga dan menanggulangi penyakit ini sangatlah penting," kata Dr.Dyah usai dilantik oleh ketua umum PPTI, Raisis Arifin Panigoro. ***

Komentar

Loading...