Dua Bocah Perempuan Kakak Beradik Dicabuli Montir

Dua Bocah Perempuan Kakak Beradik Dicabuli Montir
RC pelaku pencabulan bocah perempuan kakak beradik di Kecamatan Syiah Kuala digiring petugas, Selasa 10 April 2018.

Pelaku merupakan tetangga dan dikenal dekat oleh kedua korban yang merupakan kakak beradik

KBA.ONE, Banda Aceh - Polres Kota Banda Aceh menangkap seorang pemuda di Kecamatan Syiah Kuala karena diduga mencabuli dua bocah perempuan kakak beradik. Aksi pelaku RC 23 tahun, terungkap setelah kedua bocah melapor aksi pencabulan kepada orang tuannya.

"Laporan pencabulan dilayangkan oleh ibu korban. Awalnya yang dilaporkan kasus yang menimpa si kakak tapi adiknya juga menjadi korban RC," Kata Kapolresta Banda Aceh Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Riyanto Trisno, Selasa 10 April 2018.

RC kata Riyanto, ditangkap di sebuah bengkel tempatnya bekerja di Kecamatan Syiah Kuala setelah polisi menerima laporan ibu korban. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh yang melakukan penangkapan, mengamankan barang bukti sehelai handuk.

"Pencabulan terjadi dirumah korban maret lalu. Pertama menimpa korban yang masih berusia 9 tahun saat sedang tidur dan berulang sampai tiga kali dihari yang berbeda di dapur dan ruang tv. RC juga mencabuli adik korban berusia 7 tahun juga dirumah yang sama. Pelaku tetangga korban," Kata Riyanto.

Menurut Riyanto, korban sempat berupaya mencegah aksi tersebut namun pelaku tidak menggubrisnya. Pencabulan terhadap korban yang masih berusia 7 tahun kata Riyanto terjadi saat korban baru selesai mandi.

"Saat itu pelaku mengusap tubuh korban dengan handuk karena baru selesai mandi. Pelaku kemudian melancarkan aksinya," kata Riyanto.

Riyanto mengatakan untuk pemeriksaan lebih lanjut, pelaku berikut barang bukti kini ditahan di Mapolresta Banda Aceh. Pelaku dijerat pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan kedua UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Dalam pemeriksaan RC mengakui perbuatannya. Dia kita tahan untuk proses hukum lebih lanjut," ungkap Riyanto.

Komentar

Loading...