Duka Rusmiati di Ujung Meuramin

Duka Rusmiati di Ujung Meuramin
Kerumunan warga menyaksikan jenazah Azizul. | Foto KBA.ONE: Fatma

Meuramin yang seyogyanya menuai ekspresi rasa bahagia, berubah menjadi petaka. Azizul, 9 tahun, pelajar kelas IV Sekolah Dasar, ditemukan tewas tenggelam di Pantai Ladong.

KBA.ONE, Aceh Besar – Minggu 13 Mei 2018 adalah Pekan penutup di ujung Syakban menyambut bulan suci Ramadan. Tradisi di Banda Aceh, biasanya, Pekan terakhir menjelang atau bersamaan hari meugang ini diisi dengan acara makan bersama keluarga, sahabat, kerabat, dan orang-orang tercinta di pantai dan tempat-tempat wisata.

Tradisi meuramin (berkumpul) di tempat-tempat wisata ini sebagai ungkapan rasa bahagia menyambut datangnya penghulu bulan Ramadan setiap satu tahun sekali. Banyak cara yang dilakukan warga pada hari itu karena meuramin merupakan ajang silaturrahmi keluarga.

Tempat-tempat wisata yang didatangi biasanya tidak cuma pantai, tapi danau, air terjun, sungai, pegunungan dan tempat wisata alam lain. Mereka berkumpul menikmati hidangan lezat dengan aneka menu masakan khas Aceh seperti kuah beulangong, plik-u, keumamah, masam keu’eng, pepes ikan bilih, asam udeung, kue timphan, apam, dan menu lain. 

Suasana meuramin bersama keluarga di Pantai Ladong, Aceh Besar. | Foto KBA.ONE: Fatma.

Pantai indah paling melegenda seperti Lhoknga, Lampuuk, Babah Dua, Ulee Lheue, Pulau Kapok, Riting, Ujung Bate, Ladong, Benteng Indra Patra, Bukit Soeharto, Pantai Pasir Putih, Mata Ie, Ujung Pancu, Air Terjun Lhong dan tempat wisata lain di Banda Aceh-Aceh Besar, tetap menjadi pilihan utama warga untuk meuramin. Tempat-tempat ini menjadi saksi ungkapan rasa bahagia warga menyambut bulan Ramadan.

Tapi, Ahad kemarin, peristiwa duka terjadi di kawasan Pantai Ladong, tak jauh dari Benteng Indra Patra, Aceh Besar.  Meuramin yang seyogyanya menuai ekspresi rasa bahagia, berubah menjadi petaka. Azizul, 9 tahun, pelajar kelas IV Sekolah Dasar, ditemukan tewas tenggelam di Pantai Ladong.

Warga Lamnga, Aceh Besar, ini tenggelam ketika tengah mandi di laut dan terseret arus pasang sekitar pukul 17.00 WIB. Sejumlah warga, termasuk Panglima Laot di daerah itu, sempat mencari jenazah Azizul berkeliling di sekitar pantai menggunakan tiga perahu nelayan.

Warga hampir putus asa karena setelah dicari beberapa jam berputar-putar di laut, jenazah Azizul tak juga ditemukan. Mayat Azizul diduga tenggelam di palung sehingga sulit ditemukan. 

Pantai Ladong, Aceh Besar. | Foto KBA.ONE: Fatma.

Baru sekitar pukul 20.00 WIB, boat yang mencari Azizul tiba di bibir pantai dan terdengar teriakan, "sudah dapat…, sudah dapat…!" Tak berselang lama, warga nelayan itu menurunkan Azizul dari perahu kayu ke daratan. Azizul sudah tak bernyawa lagi.  

Rusmiati, ibu korban dan keluarganya yang menunggu di sekitar pantai, langsung histeris menemukan anak kesayangannya sudah meregang nyawa. Secuil asa di wajah sumiati yang berharap anaknya ditemukan masih dalam keadaan hidup, pupus sudah.

Ibu muda ini langsung memeluk erat raga Azizul yang sudah kaku dan membiru. "Abang…bangun nak…Abang bangun…!" Ratapan Rusmiati seolah ia belum percaya anaknya telah tiada. Sementara Ilyas, ayah Azizul, langsung lemas melihat kenyataan anak lelakinya  terbujur kaku tak bernafas lagi. Ilyas terpaksa dibopong.

Beberapa saat setelah peristiwa itu, keluarga dan warga desa sekitar memboyong jenazah Azizul pulang ke kampung halamannya di Desa Lamnga, Aceh Besar. Inilah akhir meuramin Rusmiati bersama keluarga yang ditutup dengan duka dan linangan air mata. Innalillahi wa innailaihi raji’un...!

Komentar

Loading...