Erika, Si Jelita Hanura untuk Dewan Kota

Erika, Si Jelita Hanura untuk Dewan Kota
Erika Mulyani, SE.Ak |Foto: Ist

KBA.ONE, Banda Aceh - Senyumnya selalu mengembang jika bertemu dan berhadap-hadapan dengan siapapun lawan bicaranya. Itulah sisi beda keramahan Erika Mulyani, seorang penggiat usaha mebel di Banda Aceh dan beberapa usaha mikro lain.

Kini Erika, atau biasa disapa Ika, mencoba peruntungan baru: bertarung di kancah politik sebagai Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh dari partai Hanura pada Pemilu 17 April mendatang.

Berbincang santai kepada Ulfah dari KBA.ONE, Rabu 9 Januari 2019, di Grand Aceh Hotel Banda Aceh, Ika mencoba membuka cakrawala berpikirnya tentang konsep membenahi Banda Aceh. Barangkali alasan itu pula yang meneguhkan hati Ika maju menjadi Caleg DPR kota.

Ika punya segudang obsesi dan optimisme untuk merestorasi Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh dan Serambi Mekah. "Jika dipercaya warga kota, banyak hal yang ingin Ika buat, salah satunya memberdayakan perempuan kota agar lebih mandiri," kata Erika.

Memiliki latar belakang pebisnis, Erika ingin menuangkan ide-ide kreatifnya dalam bidang usaha. Selain itu, sebagai perempuan dia juga terobsesi ingin mengedepankan kesejahteraan perempuan dan anak.

Caleg Dapil II, nomor 1 daerah pemilihan Kuta Alam, ini mengungkap "rahasia" keberpihakannya kepada kaum perempuan dan generasi milenial.

"Contoh kecil, jika dipercaya, Ika ingin adanya tempat yang nyaman untuk ibu menyusui di Banda Aceh," kata Erika.

Dia gambarkan menyusui itu, lazimnya, harus steril, tidak di kamar mandi dan tidak di tempat umum. Tapi kebanyakan sekarang, "kita melihat ibu menyusui itu di tempat umum menutup dengan jilbabnya. Itu, kan, tidak nyaman," kata Ika.

Kemudian, belajar dari pengalamannya, salah satu program yang dia unggulkan saat ini adalah disleksia pada anak. Dia akan menggandeng dokter Munadia untuk lebih mensosialisasikan seperti apa disleksia itu.

Apalagi motivasi nyaleg perempuan 42 tahun ini ingin lebih bermanfaat untuk masyarakat luas. Mulanya, dia merasa usahanya hanya bermanfaat untuk keluarga, tetangga, rekan yang dikenal, pelanggan, dan orang sekitar saja. Jika bergabung ke politik, "suara kita lebih berarti. Kita mempunyai manfaat lebih untuk orang di kampung-kampung yang belum bisa kita jangkau," ungkap Erika.

Untuk menarik simpati warga kota, Erika lebih memilih menyapa dan berkenalan door to door. Dengan cara itu, Ika merasa lebih dekat dengan  warga.

Tapi, ada "risiko hati" perempuan penghiba ini jika bertatap wajah dengan warga yang ekonominya pas-pasan. Ia terbawa perasaan (baper) hingga terkadang matanya berkaca-kaca menampung curahan hati warga. "Tapi, Insya Allah jika kelak dipercaya, Ika akan memperjuangkan aspirasi mereka agar ekonominya lebih baik, " janji Erika Mulyani.

Ya, perjalanan Erika, Ketua Srikandi Partai Hanura Aceh, ini menuju dewan kota, tinggal menghitung hari. Semoga kekuatan harapan dan impian perempuan jelita ini bisa mengubah ekonomi warga kota yang kian redup dan merana. ***

Komentar

Loading...