Fahri Hamzah: KPK Menjebak Irwandi Yusuf

Fahri Hamzah: KPK Menjebak Irwandi Yusuf
Fahri Hamzah (kiri) dan Febri Diansyah (kanan). | Foto: kolabs kba.one.

Tuduhan Fahri tentang penjebakan sudah sering dilontarkan ketika KPK melakukan OTT. Padahal kita mengetahui seluruh kasus OTT yang dibawa ke persidangan dinyatakan terbukti oleh pengadilan. | Febri Diansyah, Jubir KPK RI.

KBA.ONE, Banda Aceh – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, menyebutkan, kasus operasi tangkap tangan (OTT) Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh non-aktif oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bukan lah kasus korupsi tapi merupakan jebakan.

“Itu bukan korupsi, tapi itu penjebakan. Entrapment  (menjebak) itu tidak ada di undang-undang, metode entrapment itu dikembangkan oleh KPK dan itu ilegal sebenarnya,” kata Fahri Hamzah menjawab pertanyaan KBA.ONE di Banda Aceh, Kamis 1 Nopember 2018.

Fahri Hamzah menambahkan, tidak boleh menjebak seseorang, seolah-olah orang tersebut menerima uang. “Jadi ini jebakan. Ada orang lain yang ditangkap, lalu dia dijebak seolah-olah mengakui menerima uang,” lanjutnya.

Terkait permohonan Praperadilan Irwandi Yusuf yang ditolak pengadilan, Fahri Hamzah mengatakan, seharusnya Irwandi memaparkan metode KPK ketika menjebak dirinya. Setahu Fahri Hamzah,  dalam undang-undang Tipikor itu tidak ada penjebakan. Sementara yang dilakukan terhadap Irwandi itu adalah jebakan. “Menurut saya ini murni dijebak.”

Kata Fahri Hamzah, KPK itu partai, dan banyak sekali pemainnya di dalamnya. Di KPK juga ada pemain asing, ada pengusaha, ada kelompok LSM, ada kelompok intelijen tertentu, ada penegak hukum juga, ada kelompok agama, ideologi, dan banyak pemainnya.

“Karena saya anatominya KPK itu tau betul. Dalam banyak kasus KPK itu bermain untuk kelompok tertentu, dan macam-macam kaitannya dengan banyak hal,” lanjut Fahri Hamzah mengakhiri obrolannya.

Tidak ada hal baru dari komentar Fahri

Terkait  statemen Fahri Hamzah, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, menganggap tidak ada hal baru dari apa yang disampaikan anggota DPR RI tersebut. 

“Tuduhan dari yang bersangkutan, tentang penjebakan sudah sering dilontarkan ketika KPK melakukan OTT. Padahal kita mengetahui seluruh kasus OTT yang telah dibawa ke persidangan dinyatakan terbukti oleh pengadilan,” kata Febri Diansyah melalui pesan WhatsApp kepada KBA.ONE, Jumat petang, 02 November 2018.

Bahkan untuk Praperadilan, lanjut Juru Bicara KPK ini, sebagaimana yang diajukan oleh Irwandi Yusuf, secara tegas telah ditolak hakim Pengadilan Negeri  sehingga OTT dan penahanan oleh KPK dinyatakan sah dan menjadi lebih kuat. (*)

 
 
 

Komentar

Loading...