Geledah Dispora dan PUPR , Penyidik KPK Bawa Dua Koper

Geledah Dispora dan PUPR , Penyidik KPK Bawa Dua Koper
Penyidik membawa koper ke kendaraan yang telah menunggu usai menggeledah Dispora Aceh, Selasa 10 Juli 2018. Photo Nova, Jurnalis Kompastv.

KBA.ONE, Banda Aceh – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan terkait dugaan suap pengalokasian dan penganggaran Dana Otonomi Khusus Aceh. Setelah menggeledah pendopo Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, dan rumah staf khusus Irwandi, Hendri Yuzal serta T.Saiful Bahri pada Sabtu 7 Juli kemarin, penyidik KPK menggeledah Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, Selasa 10 Juli 2018.

Pantauan KBA.ONE, proses penggeledahan di Kantor PUPR di Gampong Kaye Jato dan Dispora Aceh dikawasan Lamprit Kota Banda Aceh berlangsung sejak Selasa pagi hingga sore sekira pukul 17.30 WIB. Sejumlah personel Brimob bersenjata lengkap tampak mengawal penyidik KPK yang dibagi menjadi 4 tim dalam proses penggeledahan, pada Selasa.

Tiba di lokasi penggeledahan sekira pukul 10.00 WIB, akses masuk dan keluar dari kedua kantor yang digeledah tampak dijaga petugas. Mereka yang keluar dan masuk menuju kantor tampak diperiksa petugas yang berjaga. Petugas hanya memberikan akses keluar dan masuk kepada pegawai kantor sesuai identitas mereka.

Penyidik membawa dua tas usai menggeledah Kantor Dispora Aceh, Selasa 10 Juli 2018. Photo Nova, Jurnalis KompasTV

Dikantor Dinas Pemuda dan Olahraga, penyidik yang selesai melakukan penggeledahan, tampak membawa keluar tas ransel berwarna biru dan sebuah koper. Tas yang diduga berisi sejumlah dokumen tersebut langsung dibawa sekitar 9 orang penyidik yang melakukan penggeledahan ke kendaraan yang mereka gunakan.

Kondisi serupa juga terlihat di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Penyidik yang berjumlah sekitar 6 orang tampak membawa map diduga berisi dokumen.

Dalam keterangan tertulis kepada wartawanm juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan penggeledahan di kedua kantor tersebut merupakan upaya penyidik menelusuri bukti-bukti atas kasus suap pengalokasian dan penganggaran Dana Otonomi Khusus Aceh yang tengah ditangani KPK.

"Penyidik KPK meneruskan penelusuran bukti-bukti di kasus dugaan suap terkait DOK Aceh. Penggeledahan hari ini, di Dinas PUPR dan Dispora Aceh. Perkembangan lebih lanjut akan diinformasikan kembali," kata juru bicara KPK Febri Diansyah.

Febri mengimbau agar semua pihak di lokasi penggeledahan membantu dan tidak mempersulit penyidik dalam melaksanakan tugasnya. Seluruh dokumen dan catatan-catatan proyek yang didapat dinilai sangat membantu proses pengungkapan kasus tersebut.

"Dalam kasus ini, dokumen-dokumen dan catatan-catatan proyek yang kami dapatkan semakin menguatkan konstruksi pembuktian kasus," kata Febri.

Informasi diperoleh KBA, selain di Banda Aceh, tim penyidik KPK juga dibagi menjadi empat tim juga melakukan penggeledahan di Kabupaten Bener Meriah. Di Kota "dingin" tersebut, penyidik menggeledah Kantor Bupati dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kabupaten Bener Meriah.

 

Komentar

Loading...