Presiden RI Joko Widodo Batal Hadir

Gema Rapai Pasee Tandai Pembukaan PKA VII

Gema Rapai Pasee Tandai Pembukaan PKA VII
Devile peserta PKA se kabupaten/kota di Aceh. | Foto KBA ONE: Syukran Jazila.  

Pekan Kebudayaan Aceh merupakan momen pergelaran yang menampilkan khasanah budaya rakyat Aceh yang sudah berlangsung sejak tahun 1958.

KBA.ONE, Banda Aceh - Batalnya Presiden RI Joko Widodo membuka perhelatan akbar Pekan Kebudaayaan Aceh VII Tahun 2018 tak menyurutkan semangat panitia dan masyarakat Aceh. Diawali dengan gema Rapai Pasee, pembukaan pesta budaya paling ditunggu-tunggu rakyat Aceh ini tetap megah dan penuh gegap gempita. 

Teriakan dan tepuk tangan penonton di panggung stadion membuat suasana malam pembukaan perhelatan kesenian adat Aceh itu semakin meriah. Di panggung tamu undangan, beberapa tamu istimewa tampak hadir pada acara yang dipusatkan di lapangan Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Minggu 5 Agustus 2018 malam.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy dengan pakaian adat Aceh terlihat duduk sanding bersama Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haytar. Sedangkan di sisi kanan panggung utama, tampak para Bupati se-kabupaten/kota yang ada di Aceh, para dubes, konsulat negara Asia dan beberapa perwakilan Ormas Adat dan unsur Forkopimda.

Tepuk tangan penonton membuat  acara semakin meriah dengan penampilan devile peserta PKA yang terdiri dari 23 kabupaten kota se Aceh. 

Dari kiri: Wali Nanggroe Malik Mahmud, Mendikbud Muhajir Effendy, dan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah beserta Istri. | Foto KBA ONE: Syukran Jazila.

Pekan Kebudayaan Aceh merupakan momen pergelaran yang menampilkan khasanah budaya rakyat Aceh yang sudah berlangsung sejak tahun 1958. "Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat rasa persaudaraan sesama rakyat Aceh dengan menampilkan budaya dan syiar agama," kata Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam sambutan pembukaan PKA-7. 

Nova mengatakan Aceh memiliki banyak ragam dan budaya berkembang dan melekat dengan tradisi Islam yang sering disebut dalam pepatah Aceh "Hukom ngon Adat lagee zat ngoen sifeut" yang artinya hukum islam dan hukum adat masyarakat Aceh ibarat benda dengan sifatnya yang tidak mungkin dipisahkan.

Dalam pepatah lainnya juga dikatakan "Hukom ngon adat hanjet cree lagee mata hitam ngoen mata puteh" yang artinya hukum islam dengan hukum adat tidak mungkin dipisahkan seperti mata hitam dan mata putih. Untuk itu, kata Nova, pemerintah Aceh penting untuk merawat adat dan budaya ini, "karena hal itu adalah puncak dari bagian Identitas kita," kata Nova.

Acara puncak semakin meriah saat tabuh gendang rapai dipukul sebagai tanda perhelatan seni dan adat budaya Aceh itu telah dibuka dan berlangsung dari 5 sampai 15 Agustus 2018. Pemukulan gendang dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy mewakili Presiden RI yang tak bisa hadir. 

Pembukaan PKA VII di Stadion Lhong Raya, Banda Aceh. | Foto KBA ONE: Ulfa.

Mendikbud Muhajir Effendy menyampai salam dan pemohonan maaf kepada seluruh masyarakat Aceh karena Presiden Jokowi berhalangan hadir membuka PKA VII di Banda Aceh. "Sebenarnya saya datang ke Aceh untuk mendampingi Pak Presiden, rencana awal Pak Presiden yang akan membuka," kata Muhajir Effendy.

Muhajir mengaku baru mendapat kabar tadi siang bahwa Presiden Jokowi batal hadir ke Aceh untuk membuka PKA VII. “Tapi, Presiden Jokowi berjanji dalam waktu tidak lama lagi akan datang ke Aceh untuk meresmikan proyek-proyek yang ada di Aceh,” kata Muhajir mengutip janji presiden.

Dalam sambutannya, Muhajir mengatakan Pemerintah Indonesia sudah mengesahkan Undang-undang yang mengatur tentang kebudayaan yaitu UU nomor 9 tahun 2017. Sejak merdeka 73 tahun yang lalu kata Muhajir, baru kali ini Indonesia memiliki undang-undang kebudayaan.

"Itu artinya pemerintah telah memberikan perhatian yang sungguh-sungguh supaya kebudayaan nasional yang merupakan puncak dari  kebudayaan lokal akan mendapatkan peran dan tempat yang strategis untuk pembangunan masa yang akan datang," kata Muhajir.

Muhajir menegaskan mulai tahun depan setiap kegiatan kebudayaan akan memiliki anggaran khusus. "Ada dana alokasi khusus untuk kegiatan kebudayaan, seperti kegiatan yang dilaksanakan Aceh hari ini," ujarnya.

Usai acara seremonial, acara terus berlanjut hingga pukul 23.00 WIB dengan menampilkan beberapa tarian dan musik kolosal, seperti tarian Guel, Syahdah Tujoeh dan tari Lhee Sagoe yang dibawakan oleh  perkumpulan sanggar seni kabupaten kota se Aceh.

Pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII dimeriahkan pertunjukan tari massal melibatkan 1.100 penari dari 33 sanggar tari dan teater di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Aceh Tengah.  Tarian ini menggambarkan tentang kebudayaan delapan etnik yang ada di Aceh. | Syukran, Ulfa, Fatma, Nurnisa, Banda Aceh.

Komentar

Loading...